Remunggai

"Memetik Hikmah dan Berbagi"

"SEPERTI BUAH YANG RANUM DARI POHONNYA: PETIKLAH DAN NIKMATILAH. POHON INSPIRASI TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGAJAK EMBUN-EMBUN BERTUMBUH MENGHARAP SECERCAH MATAHARI."

Breaking

17 June 2018

Teks Editorial (1)

MATERI PENGETAHUAN
TEKS EDITORIAL
BAGIAN 1

Panji Pratama
(SMA Negeri 1 Nagrak)

A. Sasaran:
Peserta Didik Kelas XII SMA/SMK/MA

B. Alokasi Waktu:
4 x 45 menit

C. Kompetensi Dasar:
3.5 Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial.
4.5 Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi:
3.5.1 Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial.
4.5.1 Mengadaptasi ragam informasi sebagai bahan teks editorial.

4.5.2 Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial

E. Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran Discovery Learning dan problem based learning, peserta didik mampu Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial, Mengadaptasi ragam informasi sebagai bahan teks editorial, dan Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial, sehingga mampu menunjukkan sifat peduli lingkungan, kerjasama, disiplin, santun  dan selalu bersyukur

F. Peta Pikiran:

G. Ringkasan Materi
(1) Pengertian Teks Editorial
Teks editorial adalah sebuah tulisan di media massa/elektronik yang berisi pendapat berupa sudut pandang penulis/redaksi terhadap suatu permasalahan dengan disertai fakta yang terdapat di lapangan. Beberapa ahli, menyebut teks editorial sebagai opini.
Di dalam editorial terdapat fakta dan opini.

Fakta adalah hal yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar terjadi dan ada buktinya (objektif). Misalnya, ada benda, orang, waktu, tempat peristiwa, dan jumlah. Ternyata, fakta pun dapat menjawab pertanyaan dengan kata apa, siapa, kapan, di mana, dan berapa. Untuk mendukung keabsahan sebuah fakta biasanya dilampirkan juga bukti yang berupa gambar, tanggal peristiwa, data statistik, tabel, peristiwa, atau grafik.

Contoh fakta:
Pada tanggal 24 Desember 2004, Aceh dan sebagian besar Sumatera diguncang gempa yang berepisentrum di tengah laut dengan kekuatan 8,1 skala Ritcher.

Penjelasan:
Karena terdapat fakta rekaman kejadiaan tang terjadi sungguh-sungguh, yaitu Gempa berkekuatan 8,1 SR mengguncang Aceh pada 24 Desember 2004.

Dengan demikian ada beberapa karakteristik fakta yang bisa kita urutkan:
a. Fakta itu harus berdasarkan kejadian nyata,
b. Fakta harus disertai bukti yang objektif,
c. Fakta juga dapat dilampiri dengan bukti berupa gambar, video, tanggal peristiwa, data statistik, tabel, teori, angka-angka, atau grafik.
d. Fakta dapat menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, dan berapa, sehingga fakta dapat dibuktikan dengan benda, orang, waktu, tempat, dan jumlah.

Opini adalah pernyataan yang dikeluarkan seseorang untuk menjawab pertanyaan bagaimana. Seseorang mengajukan opini dapat berupa saran, kritik, tanggapan, nasihat, atau ajakan. Oleh sebab itu, dalam masyarakat kita, perbedaan pendapat itu sangat dijunjung tinggi asalkan tidak menyinggung pendapat sebagian orang lainnya.

Contoh Opini:
Gempa kedua diperkirakan merenggut nyawa ratusan orang.

Penjelasan: 
Pernyataan tersebut merupakan sebuah perkiraan penulis itu sendiri, tanpa disertai bukti yang kuat dan data yang valid.

Teks editorial seringkali disisipi opini penulis atau penyampai pesan. Untuk mengenal apakah pernyataan tersebut merupakan opini atau bukan, kita harus jeli dalam membedakannya. Beberapa pernyataan opini seringkali terdapat kata-kata yang mencirikannya, yaitu:
- bisa jadi
- sangat
- tidak mungkin
- sebaiknya

Selain kata-kata di atas, karakteristik opini juga dapat dikenali dari beberapa hal berikut ini:
a. Adanya ungkapan yang menunjukan subjektivitas seseorang, seperti menurut saya, sebaiknya, mungkin, bisa jadi, dsb.
b. Biasanya menjawab pertanyaan bagaimana
c. Belum diketahui kebenarannya
d. Masih berupa pemikiran, pendirian, gagasan, harapan, atau usulan (Subjektif)
e. Tidak ada bukti yang kuat

(2) Macam-macam Opini dalam Teks Editorial
Opini dalam teks editorial dapat berupa:
a. Kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.
Contohnya: Kenaikan harga itu merupakan kado tahun baru 2019 yang tidak simpatik, tidak bijak, dan tidak logis.
b. Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran yang baik.
Contohnya: Pertamina tidak bisa semata-mata menjadikan harga pasar dunia sebagai kiblat dalam membuat keputusan. Sebab di sisi lain, perusahaan memperoleh keuntungan besar atas hasil tambang minyak dan gas yang dieksploitasi dari perut bumi Indonesia.
c. Prediksi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi di masa depan berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki, agar kesalahannya (selisih antara sesuatu yang terjadi dengan hasil perkiraan) dapat diperkecil.
Contohnya: Redaksi menduga bahwa pengakuan pemerintah yang tidak mengetahui rencana kenaikan harga elpiji hingga 50% itu tidak benar.
d. Harapan adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang.
Contohnya: Pemerintah seharusnya menggunakan keuntungan besar dari hasil tambang minyak dan gas untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
e. Saran adalah sebuah solusi yang ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Contohnya: Caranya dengan mengambil atau menyisihkan sepersekian persen keuntungan untuk menyubsidi kebutuhan bahan bakar kalangan masyarakat menengah ke bawah.


H. Referensi
Buku
Suryaman, Maman, dkk. (2018). Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII - Edisi Revisi. Jakarta: Pusbukur Kemdikbud.

Link Internet:

No comments:

Post a Comment