Remunggai

"Memetik Hikmah dan Berbagi"

"SEPERTI BUAH YANG RANUM DARI POHONNYA: PETIKLAH DAN NIKMATILAH. POHON INSPIRASI TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGAJAK EMBUN-EMBUN BERTUMBUH MENGHARAP SECERCAH MATAHARI."

Breaking

03 January 2019

Belajar Bermutu dari KOMED

BELAJAR BERMUTU DARI
KOMUNITAS MEDIA PEMBELAJARAN (KOMED)


Pertama kali, saya mengenal Komed itu sekitar tahun 2016. Awalnya saya mendapatkan informasi promosi sebuah Whatsapp Grup mengenai komunitas guru. Saya mulai mengikuti kegiatan-kegiatannya setelah itu.

Apa yang saya suka dari Komed adalah concern terhadap semangat berbagi dan belajar tanpa pamrih. Di zaman sekarang, ketika pendidikan sangat mahal dan kualitas masih jauh panggang dari api, ternyata hal yang sama terjadi dengan guru-guru. Di saat pemerintah menggenjot guru-guru untuk berkinerja lebih baik, tetapi ruang dan wahana pengembangan diri itu sangatlah terbatas. Memang benar, sekarang banyak sekali penyedia workshop pendidikan dan pembelajaran, sayangnya hal itu tidak gratis dan bahkan cenderung mahal. Beberapa penyedia pelatihan malah gencar menjual kesempatan meningkatkan kinerja dengan bayaran tinggi. Nah, kekecualian itu saya temukan di Komed.

Kegiatan Komed ternyata berbeda dari Komunitas Pembelajaran/Pendidikan lain. Komed yang notabene awalnya merupakan bagian dari keluarga Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa tidak kehilangan filosofi "Pendidikan itu adalah berbagi". Maka, beberapa pelatihan dan workshop yang dicanangkan dan dilaksanakan, diawali dari semangat itu.

Saya, pada waktu itu, masuk ke Komunitas Media Pembelajaran Bogor (Kombo). Kegiatannya menarik dan beragam. Di antaranya adalah pembuatan media pembelajaran berbasis bahan yang mudah didapatkan/bahan bekas seperti stik es krim dan kertas karton bekas. Namun dengan media sederhana itu, justru kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa saat dipraktikan di kelas.

 beberapa contoh karya KOMED dari stik eskrim
beberapa contoh karya KOMED dari dus bekas

Saya pun semakin bersemangat, karena sepulang kegiatan Teacher Super Camp KPK 2016 di Bali, saya terinspirasi untuk membuat semacam media pembelajaran berbasis boardgame. Maka dari Komed-lah saya mendapatkan banyak ilmu dalam mengembangkan karya saya itu. Jadilah di penghujung 2016, saya membuat sebuah boardgame bernama "Merpati Mas" atau "Media Pembelajaran Interaktif Membaca Intensif". Lebih lanjut mengenai ini bisa dibaca di sini

boardgame Merpati Mas ciptaan saya

Tidak sampai di situ saja, setelah pengalaman luar biasa itu dan karya saya (Merpati Mas) bisa tampil di OGN 2017 dan berbagai Kegiatan Penyuluhan KPK, saya pun mendapatkan kabar mengejutkan. Salah satu ranger (sebutan punggawa Komed) bernama Miss Astari, mengajak saya untuk menjadi ranger dan membantu kegiatan Komed di bidang media digital. Wah, saya kaget dan tentu saja galau karena saya berasal dari luar Bogor dan saya belum lama di Komed. Namun, meski sejujurnya banyak keterbatasan, alhamdulillah saya bisa bergabung menjadi Komed Ranger Bogor.

menerima penghargaan dari Pak Eko dari Dompet Dhuafa

bersama sahabat tercinta para Komed Rangers

Tahun 2019 ini, bahkan Komed melebarkan sayapnya. Kini, Komed semakin berfotosintesis menjadi lebih indah dan sinergi dengan tuntutan zaman. Komed telah menyusun program pengembangan media pembelajaran berbasis digital untuk diterapkan oleh guru-guru Indonesia secara gratis dan berdaya guna. Konsep luar biasa ini merupakan cita-cita yang luhur demi turun tangan mengubah pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

Pengalaman luar biasa terakhir adalah diundang oleh Dompet Dhuafa Bogor untuk datang dan bersilaturahmi langsung dengan para ranger komed lain dari seluruh Indonesia. Dari kegiatan itu, saya semakin bersemangat dan yakin bahwa meningkatkan kinerja itu tidak harus mahal. Dengan niatan ikhlas dan semangat berbagi, ilmu itu bisa didapatkan. Tentu saja, kelak jika guru-guru sudah paham dengan slogan ini, siswa pun akan senantiasa senang belajar karena memang belajar menyenangkan dan gratis.

< I Love KOMED >

No comments:

Post a Comment