Remunggai

"Memetik Hikmah dan Berbagi"

"SEPERTI BUAH YANG RANUM DARI POHONNYA: PETIKLAH DAN NIKMATILAH. POHON INSPIRASI TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGAJAK EMBUN-EMBUN BERTUMBUH MENGHARAP SECERCAH MATAHARI."

Breaking

03 January 2019

Penelitian dan Panduan Mengenai Strategi Literasi di Sekolah

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan hasil penelitian saya mengenai strategi Gerakan Literasi Sekolah di tempat terpencil atau minim sarana. Penelitian ini saya sampaikan pada dua seminar nasional yakni di STKIP Siliwangi Cimahi pada tahun 2017 lalu dan di Universitas Suryakancana Cianjur tahun 2018.
Berikut adalah abstrak dari penelitian tersebut:



Ritual Tadarus Novel di awal pembelajaran

pENERAPAN METODE “TADARUS BUJANG” DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH TERPENCIL

Panji Pratama
SMA Negeri 1 Nagrak Kab. Sukabumi
telagaremunggai@gmail.com

ABSTRAK
Geliat literasi kembali menggaung setelah pemerintah mengeluarkan Program Gerakan Literasi Sekolah. Sayangnya tidak semua sekolah dapat mengimplementasikan program tersebut, terutama sekali pada sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Makalah ini merupakan hasil pengalaman terbaik penulis dalam membudayakan gerakan literasi di sekolah. Makalah ini bertujuan untuk memberikan alternatif bagi guru-guru di sekolah terpencil dalam mengembangkan budaya literasi sekolah dengan metode “tadarus bujang”. Makalah ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kompetensi peserta didik dalam membaca dan menulis buku. Masalah lain muncul karena di daerah, sulit sekali bagi peserta didik mendapatkan akses pustaka yang memadai. Pengembangan metode “tadarus bujang” ini sendiri terinspirasi dari budaya masyarakat di daerah yang membudayakan membaca kitab suci pada bulan Ramadhan yakni kegiatan Tadarusan. Setakat itu, kata bujang adalah akronim dari Buku Non-Pelajaran Bergambar. Berdasarkan hasil pengalaman terbaik penulis, metode Tadarus Bujang cukup berhasil sebagai pemicu peserta didik untuk dibiasakan membaca di kelas 5-15 menit setiap pertemuan. Metode ini pun cukup berhasil dalam menyiasati kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pustaka di sekolah terpencil.

Kata kunci: Tadarus, Buku Non-Pelajaran Bergambar, Literasi Sekolah Terpencil


ABSTRACT
A School Literacy Act Programme has been announced by goverment nowadays. Unfortunately, this programme was not so easily to applicate in many isolated school. This paper was writer’s best practice in implementing the programme. This paper purposed to give alternative information for isolated school teachers in developing culture of literacy by “Tadarus Bujang” method. This paper’s backround by the low of students competences both in reading and writing. The other problems came  from this isolated area were so difficult to access references. The development of this method inspired by culture of people that implemented reading Alquran in Ramadhan which is Tadarusan. Then, the word “Bujang” is the acronym of Buku Non-Pelajaran Bergambar. Based on the writer’s experiences, this method definitely worked. The student got use to read for 5-15 minutes in the class. This method also definitely worked to antisipate the low of references books in isolated school.


Keyword: Tadarus, Buku Non-Pelajaran Bergambar, Isolated School Literacy

lebih lengkap mengenai ini bisa dibaca langsung di prosidingnya (halaman 209)

Baca juga: Buku Babon

No comments:

Post a Comment