Remunggai

"Memetik Hikmah dan Berbagi"

"SEPERTI BUAH YANG RANUM DARI POHONNYA: PETIKLAH DAN NIKMATILAH. POHON INSPIRASI TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGAJAK EMBUN-EMBUN BERTUMBUH MENGHARAP SECERCAH MATAHARI."

Breaking

21 January 2020

[Berkarya Bersama Sahabat] Wawancara bersama Ceng Ahmar Syamsi, penulis Novel Mencari Jejak-Jejak Surga



Berkarya Bersama Sahabat adalah sebuah grup kepenulisan daring via sosial media whatsapp. Grup ini merupakan format baru dari sebuah grup kepenulisan daring facebook Inspirasi-Ku yang telah berdiri sejak tahun 2012.

Kali ini, kami berhasil menghadirkan seorang penulis yang keren dari Majalengka, Jawa Barat. Beliau bernama Ceng Ahmar Syamsi.

Kami merasa sangat bangga karena dapat diberikan kesempatan untuk menjadikan sebuah obrolan sebuah chat Grup Whatsapp sebagai postingan tulisan.

Supaya lebih akrab, kami perkenalkan dulu riwayat beliau. Ceng Ahmar Syamsi adalah nama samaran dari Aceng. Penulis kelahiran majalengka, 13 Oktober 1987 ini mulai aktif menulis sejak 2002. Namun baru serius menekuni dunia kata ini sekitar tahun 2004. Dan karya pertamanya berupa cerpen baru dimuat di koran lokal bulanan, Sinar Media, Majalengka pada awal tahun 2011 berjudul “Perempuan Dini Hari”. Menyusul setelahnya cerpen berjudul “Izinkan Aku Semalam Di Tanah Rosululloh”, dan “Bulan Sudah Tenggelam” juga dimuat di koran yang sama.

Tahun-tahun berikutnya, Karyanya yang lain, namun masih berupa cerpen, dimuat di sebuah koran terbitan Cirebon, Fajar Cirebon berjudul “Meski Dia Bukan Bunda”. Tahun 2013 adalah tahun pertama bagi Ceng Ahmar Syamsi untuk menancapkan kukunya di dunia menulis. Beberapa karyanya yang sudah terbit diantaranya:

Antologi Tiga Jiwa Dalam Satu Rasa,(Leutikaprio, Jogjakarta), Antologi Catatan Juli,(3M Publishing), Antologi When I Miss You,(AGP Publishing, Jogjakarta), Antologi Negeri Sejuta Fantasi,(Writing Revo Publishing, Jogjakarta), Antologi Cermin, Nama, Dan Pelita (Leutikaprio, Jogjakarta), Antologi Misteri Angka 13 #3(Penerbit Harveey, Jogjakarta), Antologi Senja Di Al Quds(AGP Publishing, Jogjakarta), dan Antologi Sekolah Pocong(Diva Press, Jogjakarta). Cerita bergambar “kisah Ashabul Kahfi” (Laksana Kids, Diva Press), Qiswa, unta kesayangan Nabi muhammad (gramedia pustaka utama), novel Mencari jejak-jejak surga (borneo publishing, terbit di play store), novel horor KUTUKAN MEIYING (TMH publishing), Yuk membaca Juz Amma dan belajar Tajwid (tirasmart publishing).

Ceng yang juga pernah mengikuti pelatihan menulis bersama FLP JAWA BARAT, yang mana Ali Muakhir dan Tasaro sebagai pembicaranya pada tahun 2010, pelatihan menulis bersama FLP Majalengka, dan terakhir Ceng mengikuti workshop kepenulisan yang dibimbing langsung oleh penulis Asma Nadia dan Isa Alamsyah, tahun 2014 dan 2017.

Berikut adalah ulasan diskusi di WAG Berkarya Bersama Sahabat:

Perkenalan
Saya nulis mulai 2002... awalnya saya suka baca buku. Dari situlah saya mulai penasaran dengan dunia menulis. Awalnya saya bergabung dengan forum lingkar pena, hingga alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan berlatih menulis dari penulis Tasaro... Setelah itu saya mulai banyak mengenal nama nama penulis, seperti bunda asma nadia, bunda helvy tiana Rosa pak isa alamsyah,
Bahkan alhamdulillah saya selalu mendapatkan kesempatan mengikuti workshop nasional menulis novel yang dibimbing langsung oleh bunda asma nadia dan pak isa alamsyah. Kesempatan itu gratis lagi.. karena kebetulan saya juga aktif sebagai relawan rumah baca asma nadia yang digagas bunda asma nadia...

Dari situlah mulai belajar serius menulis... nyari temen fb, grup fb, grup WA yang bisa mendukung sekaligus menambah ilmu dan wawasan saya di bidang menulis. Insya allah saya tidak pernah menyia nyiakan kesempatan sekecil apapun. Insya allah bulan ini saya juga ikut bergabung di penulisan komik digital. Dan saya mau jujur, bahwa saya ini hanyalah lulusan SD, tapi tidak menyurutkan langkah saya untuk menekuni dunia menulis .. Karena kalau mendengar kata kata dari bunda asma nadia... Menulis itu ada trik yang bisa kita pelajari... Walaupun novel Mencari jejak jejak surga baru terbit di play store, insya allah sampai hari ini saya tidak pernah lelah untuk mencari penerbit yang siap menerbitkan....

Saat oktober 2017 saya juga berkesempatan mengikuti workshop penulisan novel dan skenario yang dibimbing bunda asma nadia dan mas guntur Soeharianto (sutradara film ayat ayat cinta 2, love spark in korea dan 99 cahaya di langit eropa).

Di novel ini, saya sisipkan mimpi dan harapan saya. Menjadi seorang penulis dan dapat menjejaki bumi Allah yang maha luas ini. Dan harapan terbesar saya saat ini, novel saya kelak, yang manapun bisa diadaptasi menjadi film. Dengan menulis saya lebih bisa mengekspresikan diri saya... mau jadi apapun, mau kemana pun, dengan menjadi penulis itu bisa lho.. Jadi polisi,jadi penjahat, jadi orang ganteng, jadi pengusaha, bisa ke luar negeri... Bebas lah. Sampai saat ini saya masih menulis novel dengan berbagai genre... tetapi passion saya sih lebih ke novel religi atau paling enggak tema tema realita sosial atau sosial religi. Novel mencari jejak jejak surga ditulis pertengahan 2016. Tips menulis dari saya, sebenarnya ga tahu banget tipsnya... tapi yang terpenting... lakukan 3 hal.

Menulis

Menulis

Dan

MenulisπŸ‘πŸ‘πŸ“πŸ“πŸ€£πŸ™

Pertanyaan
1. Lilo Ahmad Rohili
Bagaimana Mas bisa bangkit dgn kondisi "hanya lulusan SD"? Apa yg membuat Mas merasa yakin bahwa dgn menulis mampu mengganti sekolah formal? Lalu skrg kan sudah berpenghasilan (dari royalti novel), apa tidak ikut sekolah kejar paket?

Saya masih meraSa belum sukses kak... Menulis dan sekolah formal itu kan berbeda... Tapi persamaannya adalah ilmu dan tehniknya bisa dipelajari…

2. Mia
Salam kenal Mas Ceng. Saya Mia dari Banjaran, Bandung. Saya kepo dengan triknya Bunda Asma Nadia, Mas. 🀭 Apa aja triknya, Mas?

Bocoran nya adalah membaca buku 101 dosa penulis pemula... disitu dimuat modul workshop asma nadia

3. Muzani
Saya muzanni dari FLP NTB bertanya. Saya mau belajar nulis kendalanya laptop tidak ada. 
Minta saran dan doktrin untuk menulis tanpa terkendala.

Saya dulu nulis cerpen, ga pake komputer.... pake tangan aja... berdoa minta komputer... Alhamdulillah melalui rumah baca, bunda asma nadia memberi bantuan komputer... sehingga saya bisa ikut memanfaatkan.

4. Eunike
Nama saya Eunike dari Karanganyar. Sejak tahun 2002, Pak Ceng A S menulis di mana saja?  Dan, apakah persyaratan mengirim ke Play Store? Terima kasih. πŸ™πŸ˜‡

Ada beberapa karya saya di koran... ada juga di antologi... ke sini nya memberanikan diri menulis solo... Barangkali kunci menjadi seorang penulis selain tekun, ya harus sabar. Kalo mau nanti saya bantu ke teman saya... bisa japri saya.

5. Neneng Hendriyani
Kak Ceng A S ijin bertanya yaa... gimana caranya tembus penerbit mayor dan apakah lancar saat urusan royaltinya? Terima kasih. 

Saya ikut gabung di indscript writing grup... disana kita dibantu masuk tembus ke penerbit mayor... Jadi semacam agen naskah.

6. Ratih
Perkenalkan nama saya Ratih. Izin bertanya nih kak apa yang kakak lakukan pertamakali sebelum nulis cerita/buku? Mikirin alurnya kah? Mikirin klimaksnya nanti gimanakah?. Atau hajar aja nulis ide cerita yang kita mau, masalah klimaks, ending, dipikirkan sambil jalan?.Mohon maaf masih dalam tahap proses belajar menulis jadi saya kadang suka bingung pengen nulis harus memulai dari mana, kadang pikiran suka gak pokus, kadi mikir kemana2 🀭

Saya biasa nulis kalo cerita dari awal sampai akhir sudah fix... makanya saya bikin dulu pohon tokoh, brainstorming, karakter plus ciri fisik... sketsa tempat dsb. Sebaiknya fokuskan dulu ide cerita sampe matang... baru eksekusi.

Baik terima kasih pada admin dan teman teman yang sudah ikut berpartisipasi...

Inti dari semua pertemuan malam ini adalah jangan menjadikan kekurangan dan kelemahan kita sebagai penghalang kita meraih asa dan mimpi. Terus langitkan mimpi mimpi kita.

Demikian obrolan kami dengan Ceng Ahmar Syamsi. Sampai berjumpa lagi di kesempatan selanjutnya.

18 Januari 2020

1 comment:

  1. Makasih Sensei. you are the best.
    Makasih utk nara sumber Mas Ceng dan para kontributor lainnya.

    ReplyDelete