Remunggai

"Memetik Hikmah dan Berbagi"

"SEPERTI BUAH YANG RANUM DARI POHONNYA: PETIKLAH DAN NIKMATILAH. POHON INSPIRASI TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGAJAK EMBUN-EMBUN BERTUMBUH MENGHARAP SECERCAH MATAHARI."

Breaking

Showing posts with label karya siswa. Show all posts
Showing posts with label karya siswa. Show all posts

13 February 2019

7:11 PM

Esai Karya Siswa: PERANG ULANGAN - SITI INTAN

PERANG ULANGAN

Oleh
Siti Intan*)

Hari itu adalah hari di mana kita sebagai pelajar sedang sibuk-sibuknya. Boleh dikatakan sih hari itu adalah ulangan. Ya begitulah, ketika hari ulangan tiba, kita sebagai pelajar akan bersiap-siap mematangkan materi  untuk  tes dihari esok. Namun, ternyata oh ternyata, bekangan ini istilah ulangan menjadi masalah yang sangat besar, bagaikan rudal yang menyerang kepala pelajar di zaman ini. Mereka merasa ulangan itu bagaikan peperangan yang memerlukan gencatan senjata, amunisi, dan strategi yang matang. Itulah paradigma pelajar di zaman ini mengenai ulangan. Oh... memang begitu rumit bukan? Tapi begitulah faktanya.
Ulangan yang sedianya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan pelajar, justru di zaman ini malah menjadi arena peperangan. Pertanyaannya, perang dalam hal apa? Yaitu perang dalam hal strategi, hati, jiwa, bahkan perasaan. Pelajar yang seharusnya menciptakan strategi belajar, malah menyiapkan bagaimana strategi untuk membuat contekan. Berbagai cara dilakukan untuk memperlancar niatan mereka. Hanya karena takut nilai jelek dan tidak lulus dalam ujian. Menyedihkan sekali ya, kita  malah mengambil jalan pintas untuk meraih keberhasilan.
Alangkah sungguh memprihatinkan bukan? Mengapa kegiatan ulangan ini menjadi ajang ketidakjujuran. Bagaimana mau mengurus bangsa jika pelajarnya saja sudah berani melakukan tindak kecurangan. Mungkin saja beberapa tahun ke depan mereka bisa menjadi koruptor yang handal yang melakukan berbagai cara untuk memenuhi keinginan mereka. Menakutkan sekali ya?
Hal ini sangat mengesalkan bagi sebagian pelajar. Ingin lulus ulangan dan mendapat nilai sempurna saja harus perang terlebih dahulu. Buat strategi panjang-panjang dan banyak  lagi, tapi hasilnya nol besar kejujuran pun dikorbankan karena sebuah nilai yang belum pasti menjadi penentu kesuksesan kita. Sungguh hal yang menambah kesemrautan hidup ini.
Oke, memang dari sini kita belajar bahwa strategi itu memang penting sih, tapi kejujuran lebih penting dibandingkan kita menyusun banyak strategi tapi malah menjerumuskan kita ke dalam keburukan yang menyusahkan kita di kemudian kelak. Sungguh beratya tugas pelajar di zaman ini. Tapi ingat jangan pernah menyerah ya, dengan kejujuranpun kita bisa berhasil kok.Walaupun memang sih prosesnya tidak instan, tapi itu lebih baik dibandingkan kita mengambil jalan pintas tapi berakhir menjerumuskan. Betul tidak?

*) Siti Intan adalah pelajar kelas XII.MIPA.3 di SMA Negeri 1 Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Sudah menyenangi membaca sejak kecil.

Artikel ini tayang perdana di Guneman Online pada 6 Februari 2019. Simak tulisan aslinya di sini.
7:08 PM

Esai Karya Siswa: JAGALAH DENGAN BAIK SEBELUM DIA HILANG - LARAS MILANI

JAGALAH DENGAN BAIK SEBELUM DIA HILANG

Oleh: 

Laras Milani*)

Tingkat kriminalitas di Indonesia meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017, tingkat kejahatan di Indonesia menunjukan tren yang meningkat sejak 2014-2016. Salah satu tindak kriminal yang paling besar sumbangsihnya terhadap peningkatan angka kriminalitas adalah pencurian. Tercatat kurang lebih 36.477 kasus pencurian selama tahun 2016. Kasus pencurian tersebut banyak dilakukan oleh kalangan remaja, penyebabnya adalah kebutuhan remaja tidak terpenuhi, lingkungan, dan kebiasaan (Ferdiansyah, 2013).
Kebiasaan remaja ini, terutama siswa, memang tidak terlepas dari yang namanya pulpen, di mana barang ini rentan dicuri. Hal seperti ini seperti lumrah dan biasa meskipun hanya pencurian biasa, tetapi jika dibiarkan terus-menerus dapat mengakibatkan tingkat pencurian yang lebih besar lagi.
 Pulpen ini memang benar-benar misterius, aku pun pernah mengalami hal yang sangat menyebalkan ketika mendengar barang ini. Aku sering kehilangan barang yang berukuran kecil mungil, dan murah meriah ini, penyebabnya mungkin hal yang sepele di mana temen sering meminjam pulpenku sebentar karena alasan-alasan tidak jelas. Namun ketika sudah dipinjamkan, temanku pun tidak mengembalikannya lagi yang akhirnya hilang. Hal ini sangat menyebalkan dimana ketika aku mau mencatat materi pelajaran malah hilang. Terkadang pulpen baru beli sehari pun sudah hilang atau lenyap saja.
Aku sangat kesal memang, terkadang ingin rasanya aku melaporkan ke polisi akan kasus ini, namun sayangnya mungkin tidak ada maling atau pencuri yang masuk penjara gara-gara maling pulpen. Hingga akhirnya untuk meluapkan kekesalanku itu aku sering melemparkan sandal jepitkusampai rusak. Sembari kesal tersebut aku pun teringat ternyata sendal jepitku pun pernah hilang dan tertukar di masjid. Di mana aku pernah pulang tanpa memakai sendal dan kadang pulang menggunakan sendal lain yang rusak.
Kehilangan sandal jepit dan pulpen memang sudah menjadi hal yang lumrah dan sangat menyebalkan. Menjaga pulpen sampai tintanya habis dan sandal jepit sampai rusak sendirinya merupakan suatu prestasi yang sangat sulit dilakukan. Namun tidak ada yang salah jika kita mencoba menjaganya agar tidak gampang hilang atau tertukar, salah satunya dengan menamai  pulpedengan nama kita dengan kertas yang diselmuti selotip bening, selain itu untuk menjaga sandal kita agar tetap aman di antaranya kita harus menyimpannya di tempat aman seperti menitipkannya ke marbot masjid.
Pulpen dan sandal ini sangat bermanfaat namun kedua barang ini pun memiliki potensi yang tinggi untuk hilang maupun tertukar. Hal tersebut memang sudah menjadi suatu kebiasaan buruk yang harus dihilangkan. Dengan demikian, untuk meminimalisasi hal tersebut, yang harus dilakukan adalah menjaga, merawat, dan mengantisipasi dengan sebaik-baiknya agar barang tersebut tidak hilang dan tertukar. ***

*) Laras Milani. Gadis kelas XII.MIPA.3 di SMA Negeri 1 Nagrak ini lahir pada 2 Juni 17 tahun lalu. Selain memasak, gadis manis ini hobi sekali menulis.

Artikel ini tayang perdana di Guneman Online pada 7 Februari 2019. Simak tulisan aslinya di sini.