Remunggai

"Memetik Hikmah dan Berbagi"

"SEPERTI BUAH YANG RANUM DARI POHONNYA: PETIKLAH DAN NIKMATILAH. POHON INSPIRASI TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGAJAK EMBUN-EMBUN BERTUMBUH MENGHARAP SECERCAH MATAHARI."

Breaking

Showing posts with label kopikami. Show all posts
Showing posts with label kopikami. Show all posts

24 May 2019

11:31 AM

Contoh Surat Permohonan Narasumber KPK




Sukabumi, 28 April 2018

Kepada
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Di
Tempat


Dengan hormat,

Dalam rangka pelaksanaan program pembangunan sektor pendidikan dan menumbuhkan tata kelola masyarakat berbudaya integritas, Tim Penyuluh Anti Korupsi Sukabumi bersama KPUD Kota Sukabumi akan menyelenggarakan seminar sehari paslon kepala daerah tolak korupsi.
Berhubungan dengan hal tersebut, kami bermaksud memohon kesediaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi narasumber utama dalam acara yang telah dijadwalkan KPUD Kota Sukabumi pada tanggal ............................... di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.
Untuk koordinasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia dengan M. Ali S., nomor ponsel .............., surel ................
Demikian surat permohonan narasumber ini kami sampaikan. Atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini, kami sampaikan terima kasih.


Ketua
Tim Penyuluh Anti Korupsi
Kota/Kabupaten Sukabumi




  
M. Ali S......


Unduh dalam word

12 May 2019

5:01 PM

Forum Taman Bacaan Masyarakat Sukabumi Menggelar Diskusi Bulanan




Sukabumi (Guneman) – Peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bukan hanya soal menggiatkan literasiLebih lanjut, TBM merupakan wadah kegiatan dalam meningkatkan kualitas karya masyarakatLebih lanjut, TBM diharapkan menjadi sumber penelitian efektif bagi permasalahan sosial kemasyarakatan, seperti budaya, bahasa, pendidikan, keterampilan, bahkan pertanian.

Pesan tersebut diungkapkan oleh salah satu Penasehat Forum Taman Bacaan Masyarakat SukabumiDedi Mulyadi, dalam sambutannya ketika membuka diskusi bulanan FTBM SukabumiMinggu (4/11). Diskusi bulanan ini diselenggarakan untuk ketiga kalinya di halaman Mesjid Agung Raya Kota Sukabumi. "Semoga silaturahmi antar pegiat taman bacaan masyarakat se-kota dan kabupaten Sukabumi ini dapat melahirkan program unggulan yang membuat TBM melahirkan solusi alternatif bagi permasalahan di masyarakat," kata Dedi.

Panitia mengundang sekitar 20 TBM dari seluruh pelosok Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk berpartisipasi dalam diskusi bulanan tersebut. Beberapa TBM yang hadir merupakan TBM-TBM yang sudah bertahun-tahun berjuang di masyarakat, seperti TBM Gentong Pasir Sukaraja, TBM Fastabikhul Khairot Cikembar, TBM Ma’murina Lebur Situ, dan TBM Bambu Biru CicantayanSelain TBM resmi, diskusi tersebut juga mengundang beberapa komunitas pegiat literasi seperti Komunitas Pustaka Inspirasiku Nagrak, Lover Library Community Universitas Muhammadiyah Sukabumi, dan Komunitas Vespa Pustaka Karang Tengah Cibadak.

"Kami baru beberapa bulan ini dapat berkumpul dalam sebuah forum. Sebelumnya gerakan taman bacaan memang bersifat parsial dan individual," ujar Roni FardiansyahKetua Forum Taman Bacaan Masyarakat Sukabumi menjelaskan. Selain menginisiasi kegiatan diskusiRoni pun membawa hasil karya relawan TBM yang dikelolanya yakni berupa makanan ringan sejenis sukro.

Ibu Nurhayani, seorang peserta kegiatan dari TBM Fastabikhul Khairat, mengungkapkan bahwa ikhwal perjuangannya mendirikan TBM adalah karena kecintaannya terhadap literasi dan anak-anakSetelah hampir lima tahun, kegiatan taman baca yang dikelolanya kini lebih bervariasi. "Dari mulai baca buku biasa sampai membantu anak-anak mengerjakan PR dan mengajarkan mereka keterampilan prakarya," tutur Nurhayani.


Perhatian Pemerintah

Penasehat FTBM SukabumiDedi Mulyadi, dan Pustakawan Perpustakaan Daerah Kab. SukabumiNani Nafisahmenerima donasi buku karya salah satu penulis yang hadir dalam kegiatan FTBM kemarin.

Dalam sambutannyaNani mengungkapkan bahwa FTBM harus bersinergi dengan pemerintah. "Dinas Pendidikan itu orang tua dari TBM. Mereka memiliki bagian PKBM sebagai jejaring pendidikan informal di masyarakat," kata Nani.

Hal tersebut diamini oleh Dedi Mulyadi. Menurutnya, ada tiga faktor keberhasilan TBM. Pertama adalah kegigihan para relawan TBM sendiri. Kedua adalah dukungan dari pemerintah. Ketiga adalah dukungan pihak swasta melalui program CSR mereka.

"Para relawan TBM mempunyai kegigihan. Mereka menyertakan hati mereka dalam membangun geliat literasi di masyarakat. Nah, pemerintah adalah pelindung bagi program tersebut," Jelas Dedi.

Di kemudian hari, ketiga faktor tersebut diharapkan bersinergi. Oleh karena itu, Dedi berharap misi-misi FTBM pun dapat selaras dengan program yang sudah ada di Dinas Pendidikan. (Panji Pratama)



Artikel ini pernah tayang di: https://www.guneman.com/2019/01/tbm.html)

04 January 2019

5:32 PM

Merpati Mas dan Perak

BOARDGAME:
MERPATI MAS DAN PERAK

Merpati Mas dan Perak merupakan board game purwarupa yang dikembangkan oleh Panji Pratama. Merpati Mas dan Perak adalah kepanjangan dari Media Pembelajaran Interaktif Membaca Intensif dan Penguatan Karakter Anti Korupsi. Jadi sudah bisa ditebak, inti dari permainan Merpati Mas dan Perak adalah uji literasi dongeng dan pengetahuan antikorupsi.

keseruan Merpati Mas dan perak | Gambar: dok. pribadi

Secara bergiliran pemain akan melempar dadu untuk menentukan jumlah langkahnya di papan permainan. Petak bisa berisi petak pertanyaan, harta karun, kunci, atau bahkan tantangan. Pemain akan mendapatkan sejumlah poin bila berhasil menjawab atau menyelesaikan tantangan. Pemain juga bisa kehilangan poin bila salah menjawab atau karena bertemu dengan karakter penjahat. Permainan berakhir ketika sembilan kunci yang harus dikumpulkan pemain telah berhasil didapatkan. Pemenang bisa dihitung dari dua sisi, yakni (1) jumlah poin pemain protagonis melawan antagonis dan (2) pemain protagonis dengan perolehan poin terbanyak.

Judul Game: Merpati Mas dan Perak
Jumlah Pemain: 3-5 Pemain
Durasi Permainan: 30-45 menit
Rekomendasi Usia: 10 Tahun+

Board game ini pertama kali dikembangkan pada tahun 2016 lalu setelah pengembang mengikuti Teacher Super Camp Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bali. Dengan pertanyaan-pertanyaan seputar anti korupsi dan hasil membaca intensif, para peserta diharapkan bisa menambah wawasan setelah bermain Merpati Mas dan Perak. Integritas di antara pemain diharapkan juga bisa meningkat dengan adanya aktivitas-aktivitas tantangan dalam permainan.

Mengenai awal mula dan sejarah pembuatannya bisa dilihat pada video berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lQ7x3KMuVdg


Baca juga: Penelitian dan Pengembangan

31 December 2018

6:23 PM

Apa itu Kopi Kami?


PROFIL LAPAK BACA
KOMUNITAS PUSTAKA INSPIRASIKU SUKABUMI (KOPI KAMI)

1. Nama Komunitas : Kopi Kami (Komunitas Pustaka Inspirasiku Sukabumi)

2. Alamat Lengkap : Jalan Gang Amil Syukron rt. 03 rw. 19 Kec. Cibadak

3. Tanggal Berdiri : 23 Januari 2012 (Bandung), 28 Maret 2016 (Sukabumi)

4. Nama Pengelola :
1. Founder : Kamilludin Azis, Panji Pratama, Asep Komarudin
2. Pengelola : - Kamiluddin Azis, S.E. (Bandung – Pusat) - 083829021076
    - Panji Pratama, S.S., M.Pd. (Sukabumi) - 085864645154
    - Asep Komarudin, A.Md. (Subang) - 082318162876

5. Uraian Lembaga
Berawal dari pertemuan singkat tiga penulis novel. Akhirnya pada Januari 2012 diputuskan mendirikan grup online berbasis facebook Pustaka Inspirasi-Ku. Visi awal dari grup ini adalah Merangkai Ide dan Imajinasi menjadi Sebuah Karya yang Menginspirasi. Grup tersebut telah membidani lahirnya ide-ide cemerlang dari setiap interaksi inspiratif sesama anggotanya. Beberapa karya telah dilahirkan seperti: Curcol Sahabat Inspirasiku (2012), Jujurlah Matahariku (2012), Cerminku Bicara (2013), Rembulan Singgah Sesaat (2013), dan Cinta (2014). Setelah beberapa lama, akhirnya dibangun toko buku Pustaka Inspirasiku di Bandung.
Setelah melalui beberapa pilihan dan putusan, kiblat Pustaka Inspirasi-ku beralih ke Taman Bacaan Masyarakat pada tahun 2017. Dengan pergeseran visi utama menjadi Berkarya Bersama Sahabat. Beberapa program yang telah dijalankan adalah Lapak Baca Integritas, Riset Karya Ilmiah, Pembimbingan Karya, penyuluhan antikorupsi, main boardgame KPK, dan wirausaha berbasis pustaka.

6. Uraian Kegiatan

1. Pembimbingan Karya
Sejak awal berdiri pada tahun 2012, Pustaka Inspirasiku concern terhadap dunia kepenulisan. Beberapa penulis nasional yang lahir dan dibesarkan oleh grup ini adalah Ririn Rahayu Astuti Ningrum, Nina Rahayu Nadea, Aldy Istanzia Wiguna, Aiman Bagea, dan lainnya. Beberapa hal yang diinisiasi Pustaka Inspirasiku adalah Teknik Menulis, Tata Bahasa, dan Tips mengirim karya ke penerbit.
Seiring berkembangnya waktu, mulai tahun 2017 kegiatan pembimbingan karya berganti flatform lewat media whatsapp dan lebih menyisir tingkatan siswa SMP dan SMA.


2. Riset Karya Ilmiah
Sejak tahun 2018, bekerja sama dengan Kajian Ilmiah Remaja SMA Negeri 1 Nagrak, Pustaka Inspirasiku berupaya membantu siswa maupun umum untuk belajar meneliti dan menuliskannya dalam bentuk karya Ilmiah. Beberapa siswa yang berhasil dibantu dan mendapatkan juara lomba adalah Idah Sopiah (Esai Ekonomi) dan Agis Geryl (Esai Kimia). 

3. Lapak Baca Integritas
Kegiatan ini berlangsung sejak tahun 2016. Diawali dengan banyaknya buku tidak terpakai karena toko buku Pustaka Inspirasi-ku berhenti beroperasi, maka buku-buku layak baca dibuka aksesnya secara gratis untuk masyarakat. Meskipun tidak rutin tiap minggu, kegiatan Lapak Baca Integritas dilaksanakan secara mobile di beberapa lokasi seperti Jalur Cibolang dan Jalur Alternatif Jelegong Nagrak. 


4. Main Boardgame KPK
Kegiatan ini berlangsung sejak 2016. Diawali salah satu founder Pustaka Inspirasiku yang masuk kegiatan Teacher Supercamp 2016 KPK, maka kegiatan penyuluhan pendidikan antikorupsi terus berjalan. Salah satunya melalui permainan boardgame yang didatangkan langsung dari KPK.


5. Wirausaha
Meskipun sudah berganti visi, tetapi misi awal berdirinya Pustaka Inspirasiku masih berjalan, yakni penjualan buku berkualitas. Pada awalnya, buku-buku yang dijual adalah karya anggota workshop kepenulisan. Kini, penjualan buku lebih luas seperti novel populer dan sastra.

7. Penghargaan            : -

8. Mitra dan Kerja sama
1. ACLC KPK
               
2. Komed Dompet Dhuafa
               
3. Pustaka Inspirasi-Ku Bandung

4. Forum Taman Bacaan Masyarakat Kab. Sukabumi

9. Tantangan & harapan
1. Tantangan
- Terbatasnya waktu pengelola karena mempunyai tugas pokok dalam pekerjaan
- Kurangnya personel/sukarelawan
2. Harapan
- Menjadi TBM mandiri yang bukan hanya sebagai pusat pendidikan masyarakat tapi juga pusat pemberdayaan masyarakat
- Melahirkan penulis-penulis hebat di Indonesia

10. Tautan                         :
https://aclc.kpk.go.id/
http://ftbm-jabar.blogspot.com/
http://pustakainspirasiku.blogspot.com/
https://komedjabodetabek.blogspot.com/
https://www.jabarmembaca.org/


So, mari ngopi kawan!

Baca juga: Penelitian dan Pengembangan