Remunggai

"Memetik Hikmah dan Berbagi"

"SEPERTI BUAH YANG RANUM DARI POHONNYA: PETIKLAH DAN NIKMATILAH. POHON INSPIRASI TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGAJAK EMBUN-EMBUN BERTUMBUH MENGHARAP SECERCAH MATAHARI."

Breaking

Showing posts with label model pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label model pembelajaran. Show all posts

29 May 2019

7:09 AM

Contoh Vlog Kritik Sastra


Blog video (bahasa Inggris: video-Blogging, atau bisa disingkat "vlog" atau vlogging (diucapkan "vlogging", bukan "v-logging"), atau vidblogging, merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media perangkat seperti ponsel berkamera, kamera digital yang bisa merekam video, atau kamera murah yang dilengkapi dengan mikrofon merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas blog video.

Blog video masih dapat disebut sebagai bentuk lain dari televisi internet. blog video biasanya ada juga yang dilengkapi dengan keterangan teks atau gambar foto, serta untuk beberapa blog video, menyantumkan metadata lainnya.

Blog video sendiri dapat dibuat dalam bentuk rekaman satu gambar atau rekaman yang dipotong ke beberapa bagian. Dengan perangkat lunak yang tersedia, seseorang dapat menyunting video yang mereka buat dan memadukannya dengan audio, serta menggabungkan beberapa rekaman ke dalam satu gambar, sehingga menjadi suatu rekaman blog video yang padu.

Selanjutnya, kritik sastra adalah salah satu cabang ilmu sastra untuk menghakimi suatu karya sastra. Selain menghakimi karya sastra, kritik sastra juga memiliki fungsi untuk mengkaji dan menafsirkan karya sastra secara lebih luas. Kritik sastra biasanya dihasilkan oleh kritikus sastra. Penting bagi seorang kritikus sastra untuk memiliki wawasan mengenai ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan karya sastra, sejarah, biografi, penciptaan karya sastra, latar belakang karya sastra, dan ilmu lain yang terkait. Kritik sastra memungkinkan suatu karya dapat dianalisis, diklasifikasi dan akhirnya dinilai. Seorang kritikus sastra mengurai pemikiran, paham-paham, filsafat, pandangan hidup yang terdapat dalam suatu karya sastra. Sebuah kritik sastra yang baik harus menyertakan alasan-alasan dan bukti-bukti baik langsung maupun tidak langsung dalam penilaiannya.

Dengan demikian, vlog kritik sastra adalah sebuah karya berbentuk video blogging yang berisikan pengkajian terhadap sebuah karya sastra.

Berikut ini merupakan contoh vlog sastra yang bisa dipakai sebagai referensi:
1. Contoh Video Cut to Cut


Cek juga pendapat para sastrawan tentang vlog kritik sastra:
2. Pendapat Sastrawan tentang Vlog Kritik Sastra



Contoh lain tentang vlog kritik sastra bisa dilihat di sini:
3. Contoh video penuh



Penjelasan tentang puisi esai juga bisa dilihat di sini:
4. Penjelasan puisi esai


Penjelasan tentang membuat catatan kaki pada puisi/kritik sastra yang ditulis, di sini:
5. Penjelasan catatan kaki pada puisi esai


26 April 2019

9:31 PM

Soal Persiapan PAT 2018-2019 Bahasa Indonesia SMA Kelas XI: Proposal



KOMPETENSI DASAR 
3.12. Mengidentifikasi informasi penting yang ada dalam proposal kegiatan atau penelitian yang dibaca
3.13. Menganalisis isi, sistematika, dan kebahasaan suatu proposal

INDIKATOR 
1. Diberikan sebuah teks proposal, siswa dapat menentukan ide pokok teks
2. Diberikan sebuah teks proposal, siswa dapat menentukan bagian proposal dan komponennya dengan tepat
3. Diberikan sebuah pertanyaan, siswa dapat menentukan bagian proposal dan komponennya dengan tepat

SOAL
1. Perhatikan latar belakang proposal berikut ini!
Lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup manusia. Dengan demikian, setiap manusia memiliki kewajiban untuk senantiasa menjaga dan melestarikan lingkungan, paling tidak dimulai dari lingkungan yang paling dekat. Salah satunya adalah lingkungan masyarakat tempat para warga tinggal di sekitar sekolah sebagai “rumah” kedua bagi seluruh siswa-siswa SMA Kridalaksana.
Seluruh siswa SMA Kridalaksana dituntut untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat dia belajar. Tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, melainkan juga lingkungan sekitar sekolah, yaitu Kampung Air Mancur, Kelurahan Pasir Putih. Sebagai bagian dari warga Kampung Air Mancur, para siswa perlu melakukan tindakan nyata demi menjaga lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan isi latar belakang di atas, acara yang paling sesuai dengan proposal tersebut adalah ....
A. Pengecekan kesehatan gratis untuk warga
B. Seminar kewirausahaan untuk warga Kampung Air Mancur
C. Lomba kebersihan antarkelurahan
D. Kerja bakti siswa bersama masyarakat sekitar
E. Olimpiade sains antarsiswa SMA

2. Perhatikan bagian latar belakang pada proposal di bawah ini!
Kali Panjang merupakan salah satu sungai besar dan terpanjang di wilayah Ambarawa. Kali tersebut sejak dahulu sudah sering dimanfaatkan warga di sepanjang aliran sungai untuk berbagai keperluan. Mereka memanfaatkannya untuk mandi, mencuci baju, memandikan hewan ternak, menyiram tanaman, hingga irigasi persawahan. Kegiatan pemanfaatan air Kali Panjang untuk berbagai keperluan tersebut masih dilakukan hingga sekarang. 
Salah satu dampak negatif pemanfaatan air di Kali Panjang adalah semakin tingginya pencemaran yang disebabkan oleh bahan kimia. Bahan kimia tersebut paling dominan berasal dari sabun mandi dan detergen. Oleh karena itulah, Komunitas Sehati Banyu ingin memberikan penerangan terhadap warga yang tinggal di sepanjang Kali Panjang. Tujuan pendampingan tersebut hanya satu, yakni adanya perubahan dalam gaya hidup sehingga warga tidak lagi melakukan aktivitas yang dapat mencemari air sungai. Dengan begitu, ekosistem Kali Panjang akan bebas dari polutan-polutan yang mengandung bahan kimia. 

Berdasarkan isi latar belakang di atas, maka tema acara yang paling sesuai dengan proposal tersebut adalah ....
A. Jenis-Jenis Racun di Kali Panjang
B. Ekosistem Kali Panjang Bebas Polutan
C. Pengujian Bahan Kimia dari Kali Panjang
D. Perbedaan Gaya Hidup di Kota dan Desa
E. Penyuluhan Bagi Warga Kali Panjang

3. Latar belakang yang tepat untuk proposal kegiatan diskusi bertajuk “Katakan Tidak pada Sampah Plastik” adalah ....

A. Seminar bertajuk “Katakan Tidak pada Sampah Plastik” telah dilaksanakan pada Senin, 9 Mei 2016. Acara tersebut dihadiri oleh 98 siswa SMK se-Kabupaten Musi Banyuasin. Mula-mula, pembicara menampilkan cuplikan film pendek yang bercerita mengenai kerusakan laut di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Setelah peserta menontonnya, pembicara lantas meminta dua orang di antara mereka untuk maju ke atas panggung. Keduanya diminta untuk menceritakan kesan yang mereka dapat setelah menonton film tersebut. Kemudian, acara dilajutkan dengan pemaparan materi dari pembicara. Terakhir, acara diskusi ditutup dengan pembagian buku berjudul “Cara Mengurangi Sampah Plastik”.
B. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memiliki program yang ramah lingkungan. Kenyataan tersebut terlihat dari adanya kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh SMK Husada. Acara yang bertajuk “Katakan Tidak pada Sampah Plastik” merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para siswa untuk memgurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. adapaun peserta yang hadir terdiri atas 98 siswa dari berbagai SMK se-Kabupaten Banyu Asin. Dalam acara tersebut juga dibagikan buku mengenai cara mengurangi sampah plastik di lingkungan siswa SMK.
C. Indonesia termasuk dalam lima negara yang menghasilkan sampah plastik terbanyak di dunia. Alih-alih berprestasi, Indonesia justru ikut menyumbang kerusakan pada ekosistem di bumi. Oleh karena itu, SMK Husada akan mengadakan diskusi bertajuk “Katakan Tidak pada Sampah Plastik”. Kegiatan dimaksudkan untuk memberikan informasi sekaligus pengarahan terkait pemakaian barang-barang berbahan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Adapun para peserta yang dibidik adalah siswa SMK se-Kabupaten Musi Banyuasin. Acara ini diharapkan bisa menjadi pemantik bagi para siswa untuk membudayakan pemakaian barang-barang berbahan alami yang lebih ramah lingkungan.
D. Sejumlah 98 siswa SMK se-Kabupaten Musi Banyuasin mengikuti acara diskusi yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten. Acara tersebut bertajuk “Katakan Tidak pada Sampah Plastik”. Para siswa yang hadir seluruhnya merupakan siswa berprestasi. Prestasi mereka mulai dari tingkat sekolah hingga internasional. Tujuan diskusi adalah untuk menumbuhkembangkan minat para siswa untuk menciptakan teknologi karya anak bangsa yang dapat memecahkan persoalan sampah plastik di Indonesia. Bagi siswa yang tertarik melakukan penelitian mengenai sampah plastik usai diskusi tersebut, akan mendapatkan bantuan beasiswa khusus. Beasiswa tersebut diharapkan dapat membantu proses penelitian.
E. Kegiatan diskusi yang diselenggarakan SMK Husada akan segera dilakukan. Mereka membutuhkan sumber dana untuk melaksanakannya. Oleh karena itu, siswa SMK Husada mengajukan anggaran pendanaan acara diskusi yang bertajuk “Katakan Tidak pada Sampah Plastik”. Adapun daftar kebutuhan yang perlu menjadi perhatian antara lain adalah biaya sewa gedung, biaya konsumsi, biaya untuk pembicara, biaya pemasangan iklan, biaya suvenir, serta biaya transportasi. Rincian biaya tersebut sudah dinyatakan dalam bentuk tabel neraca, sehingga memudahkan donatur atau sponsor untuk memahaminya.


JAWABAN
1. D
2. E
3. C


Baca juga:

Teks Cerpen

9:24 PM

Soal Persiapan PAT 2018-2019 Bahasa Indonesia SMA Kelas XI: Teks Cerpen


KOMPETENSI DASAR 
3.8. Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca
3.9. Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek

INDIKATOR 
1. Diberikan sebuah teks cerpen, siswa dapat menentukan amanat yang tepat
2. Diberikan sebuah teks cerpen, siswa dapat mengidentifikasi latarnya
3. Diberikan sebuah teks cerpen, siswa dapat mengidentifikasi watak tokohnya

SOAL
1. Perhatikan cerpen berikut dengan saksama!
(1) “Aku sudah menduga, pasti kamu pencurinya! (2) Siapa lagi yang memegang kunci pagar kebun ini selain kami dan kamu? (3) Awalnya aku tidak percaya karena kamu adalah orang kepercayaan keluargaku. (4) Sudah berapa karung pala yang kau curi? (5) Memang, pala ini seperti emas harganya. (6) Tapi kurangkah gaji besar yang aku berikan selama ini? (7) Pantas saja kamu selalu berdalih buah busuk kena penyakit, tapi aku tidak pernah tahu dimana buah busuk itu kamu buang. (8) Memang salahku terlalu percaya dengan kamu sampai-sampai aku jarang melihat kebunku sendiri. (9) Jangan diam saja, ayo jawab!” hardik Pak Iwan bertubi-tubi. (10) Yang ditunjuk hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun.

Amanat yang paling tepat dalam kutipan cerpen di atas adalah ...   
A. Sebaiknya kita jangan mudah percaya kepada orang lain  
B. Carilah penjaga kebun yang baik dan terpercaya  
C. Bantulah penjaga kebun sehingga kejadian pencurian tidak terulang  
D. Segeralah minta maaf jika terbukti bersalah  
E. Pada saat mendesak segeralah jawab pertanyaan dengan jujur 

2. Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 2 dan 3!
“Aku tidak  kuat lagi, Kak. Badanku menggigil,” kata Erfan. Air mata Karina kembali mengalir. “Sabar, Dek. Kak Andi sedang berupaya mencari pertolongan. Kakak tinggal sebentar ya, kakak akan memasak air untuk mengompres dahimu. Tunggu sebentar di dalam, ya. Jangan kemana-mana. Udara di luar sangat dingin,” ujar Karina sambil mencari korek api di dalam ranselnya.“Itu Kak Andi datang, Kak. Kakak bawa apa? Aku lemas sekali, Kak, “ kata Erfan.“Rin, kakak tidak menemukan pendaki lain di dekat sini. Kakak tadi melihat daun sambiloto. Kamu bersihkan, ditumbuk, lalu seduh dengan air matang. Erfan nanti kamu minum rebusan airnya, ya. Mudah-mudahan panasmu segera turun,” sahut Andi.Andi lalu membuat api unggun untuk menjerang air, sementara Karina membersihkan daun sambiloto.Ini adalah kali pertama Erfan ikut serta dalam pendakian bersama kedua kakaknya. Erfan rupanya belum terbiasa menghadapi udara yang sangat dingin.

Latar belakang cerpen di atas adalah ....   
A. Tepi danau
B. Bumi perkemahan  
C. Pegunungan  
D. Lapangan   
E. Halaman rumah 

3. Watak Andi sebagai seorang kakak adalah ...   
A. Penyabar
B. Mudah panik  
C. Pemarah  
D. Suka memerintah  
E. Bijaksana 

JAWABAN
1. A
2. C
3. E


Baca juga:


9:15 PM

Soal Persiapan PAT 2018-2019 Bahasa Indonesia SMA Kelas XI: Karya Ilmiah


KOMPETENSI DASAR 
3.14. Mengidentifikasi informasi, tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang dibaca
3.15. Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah

INDIKATOR 
1. Diberikan sebuah ilustrasi, siswa dapat menentukan penulisan daftar pustaka yang tepat
2. Diberikan sebuah ilustrasi, siswa dapat menentukan kesimpulan dari data yang diberikan
3. Diberikan sebuah ilustrasi, siswa dapat menentukan judul yang tepat

SOAL
1. Perhatikan ilustrasi berikut!
Adi sedang menulis sebuah karya ilmiah. Salah satu buku yang digunakana sebagai referensi adalah Panduan Menulis Karya Tulis yang dikarang oleh Drs. Otong Setiawan Djuharie, M.Pd. dan Drs. Suherli, M.Pd.  Buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit Yrama Widya, Bandung, pada tahun 2001.

Penulisan daftar pustaka paling tepat berdasarkan ilustrasi di atas adalah ....
A. Drs. Otong Setiawan Djuharie, M.Pd. dan Drs. Suherli, M.Pd. 2001. Panduan Menulis Karya Tulis. Bandung: Yrama Widya.
B. Djuharie, Otong Setiawan dan Suherli. Panduan Menulis Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Yrama Widya, 2001.
C. Otong Setiawan Djuharie dan Suherli. 2001. Panduan Menulis Karya Tulis. Bandung: Yrama Widya.
D. Setiawan, Djuharie Otong dan Suherli. 2001. Panduan Menulis Karya Tulis. Bandung: Yrama Widya.
E. Djuharie, Otong Setiawan dan Suherli. 2001. Panduan Menulis Karya Tulis. Bandung: Yrama Widya.
2. Perhatikan hasil observasi pada karya ilmiah berikut!
Persentase jumlah penonton yang menyukai sajian angklung pada acara Gebyar Budaya 2016 adalah sebagai berikut :
- Wisatawan Mancanegara Dewasa  : 97%
- Wisatawan Mancanegara Anak-Anak : 99%
- Wisatawan Domestik Dewasa  : 86%
- Wisatawan Domestik Anak-Anak  : 76%

Berdasarkan hasil obervasi di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut ...
A. Minat wisatawan domestik anak-anak terhadap sajian angklung lebih rendah dibanding wisatawan mancanegara anak-anak
B. Anak-anak Indonesia tidak menyukai budaya negeri sendiri
C. Turis asing lebih menghargai angklung karena sudah diakui dunia
D. Sebaiknya angklung dipadukan dengan jenis musik lain seperti jazz atau reggae supaya lebih disukai wisatawan mancanegara
E. Minat wisatawan domestik mancanegara anak-anak terhadap sajian angklung lebih rendah dibanding wisatawan domestik anak-anak

3. Perhatikan penggalan isi latar belakang di bawah ini!
Tari topeng adalah salah satu tarian di wilayah Kesultanan Cirebon yang dibawa oleh para seniman dari wilayah Jawa Timur pada abad ke-10 masehi. Tari topeng di Cirebon berbeda dengan tari topeng di daerah lain karena telah mengalami perpaduan dengan budaya Islam. Tari topeng dapat dimainkan sendiri atau secara berkelompok.
Tari topeng masih diminati masyarakat Cirebon. Terlihat dari masih seringnya masyarakat mengadakan pertunjukan pada acara hajatan atau kendurian. Namun sangat disayangkan, penonton di kebanyakan tempat lebih didominasi oleh orang tua.

Judul yang tepat untuk karya ilmiah di atas adalah ...
A. Minat Remaja di Cirebon terhadap Kesenian Tradisional Tari Topeng
B. Cara Mengembangkan Tari Topeng agar Diterima oleh Kalangan Muda
C. Tari Topeng sebagai Identitas Cirebon yang Masih Diterima Masyarakat
D. Minat Remaja di Cirebon Sangat Rendah Terhadap Tari Topeng

E. Melestarikan Tari Topeng dengan Mengajarkannya kepada Remaja

JAWABAN
1. A
2. A
3. A


Baca juga:

Teks Eksplanasi

14 February 2019

11:07 PM

Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran

sumber: apartmani-rada.com

Ada beberapa macam pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kegiatan belajar mengajar, antara lain:

1.      Pendekatan Kontekstual
Pendekatan konstekstual berlatar belakang bahwa siswa belajar lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan alamiah, tidak hanya sekedar mengetahui, mengingat, dan memahami. Pembelajaran tidak hanya berorientasi target penguasaan materi, yang akan gagal dalam membekali siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Dengan demikian proses pembelajaran lebih diutamakan daripada hasil belajar, sehingga guru dituntut untuk merencanakan strategi pembelajaran yang variatif dengan prinsip membelajarkan – memberdayakan siswa, bukan mengajar siswa. (sumber)
Borko dan Putnam mengemukakan bahwa dalam pembelajaran kontekstual, guru memilih konteks pembelajaran yang tepat bagi siswa dengan cara mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata dan lingkungan di mana anak hidup dan berada serta dengan budaya yang berlaku dalam masyarakatnya (http.//www.contextual.org.id). Pemahaman, penyajian ilmu pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang ada dalam materi dikaitkan dengan apa yang dipelajari dalam kelas dan dengan kehidupan sehari-hari (Dirjen Dikdasmen, 2001: 8). Dengan memilih konteks secara tepat, maka siswa dapat diarahkan kepada pemikiranagar tidak hanya berkonsentrasi dalam pembelajaran di lingkungan kelas saja, tetapi diajak untuk mengaitkan aspek-aspek yang benar-benar terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari, masa depan mereka, dan lingkungan masyarakat luas.
Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi.Guru bertugas mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk merumuskan, menemukan sesuatu yang baru bagi kelas yang dapat berupa pengetahuan, keterampilan dari hasil “menemukan sendiri” dan bukan dari “apa kata guru.
sumber: kajianpustaka.com
Penggunaan pembelajaran kontekstual memiliki potensi tidak hanya untuk mengembangkan ranah pengetahuan dan keterampilan proses, tetapi juga untuk mengembangkan sikap, nilai, serta kreativitas siswa dalam memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan mereka sehari-hari melalui interaksi dengan sesama teman, misalnya melalui pembelajaran kooperatif, sehingga juga mengembangkan
ketrampilan sosial (social skills) (Dirjen Dikmenum, 2002:6). Lebih lanjut Schaible, Klopher, dan Raghven, dalam Joyce-Well (2000:172) menyatakan bahwa pendekatan kontekstual melibatkan siswa dalam masalah yang sebenarnya dalam penelitian dengan menghadapkan anak didik pada bidang penelitian, membantu mereka mengidentifikasi masalah yang konseptual atau metodologis dalam bidang penelitian dan mengajak mereka untuk merancang cara dalam mengatasi masalah.
2.      Pendekatan Konstruktivisme
Konstuktivisme merupakan landasan berfikir pendekatan kontekstual. Yaitu bahwa pendekatan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba (Suwarna, 2005)
Piaget (1970), Brunner dan Brand 1966), Dewey (1938) dan Ausubel (1963). Menurut Caprio (1994), McBrien Brandt (1997), dan Nik Aziz (1999)  kelebihan teori konstruktivisme ialah pelajar berpeluang membina pengetahuan secara aktif melalui proses saling pengaruh antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru. Pembelajaran terdahulu dikaitkan dengan pembelajaran terbaru. Perkaitan ini dibina sendiri oleh pelajar.
Menurut teori konstruktivisme, konsep-konsep yang dibina pada struktur kognitif seorang akan berkembang dan berubah apabila ia mendapat pengetahuan atau pengalaman baru. Rumelhart dan Norman (1978) menjelaskan seseorang akan dapat membina konsep dalam struktur kognitifnya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sedia ada padanya dan proses ini dikenali sebagai accretion. Selain itu, konsep-konsep yang ada pada seseorang boleh berubah selaras dengan pengalaman baru yang dialaminya dan ini dikenali sebagai penalaan atau tuning. Seseorang juga boleh membina konsep-konsep dalam struktur kognitifnya dengan menggunakan analogi, iaitu berdasarkan pengetahuan yang ada padanya. Menurut Gagne, Yekovich, dan Yekovich (1993) konsep baru juga boleh dibina dengan menggabungkan konsep-konsep yang sedia ada pada seseorang dan ini dikenali sebagai parcing.
sumber: silabus.org
Pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam proses pembelajaran kerana belajar digalakkan membina konsep sendiri dengan menghubungkaitkan perkara yang dipelajari dengan pengetahuan yang sedia ada pada mereka. Dalam proses ini, pelajar dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang sesuatu perkara.
Kajian Sharan dan Sachar (1992, disebut dalam Sushkin, 1999) membuktikan kumpulan pelajar yang diajar menggunakan pendekatan konstruktivisme telah mendapat pencapaian yang lebih tinggi dan signifikan berbanding kumpulan pelajar yang diajar menggunakan pendekatan tradisional. Kajian Caprio (1994), Nor Aini (2002), Van Drie dan Van Boxtel (2003), Curtis (1998), dan Lieu (1997) turut membuktikan bahawa pendekatan konstruktivisme dapat membantu pelajar untuk mendapatkan pemahaman dan pencapaian yang lebih tinggi dan signifikan.

3.      Pendekatan Deduktif – Induktif
a.       Pendekatan Deduktif
Pendekatan deduktif ditandai dengan pemaparan konsep, definisi dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran. Pendekatan deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa telah mengetahui wilayah persoalannya dan konsep dasarnya (Suwarna,2005).
b.      Pendekatan Induktif
Ciri uatama pendekatan induktif dalam pengolahan informasi adalah menggunakan data untuk membangun konsep atau untuk memperoleh pengertian. Data yang digunakan mungkin merupakan data primer atau dapat pula berupa kasus-kasus nyata yang terjadi di  lingkungan.
Prince dan Felder (2006) menyatakan pembelajaran tradisional adalah pembelajaran dengan pendekatan deduktif, memulai dengan teori-teori dan meningkat ke penerapan teori. Di bidang sain dan teknik dijumpai upaya mencoba pembelajaran dan topik baru yang menyajikan kerangka pengetahuan, menyajikan teori-teori dan rumus dengan sedikit memperhatikan pengetahuan utama mahasiswa, dan kurang atau tidak mengkaitkan dengan pengalaman mereka. Pembelajaran dengan pendekatan deduktif menekankan pada guru mentransfer informasi atau pengetahuan. Bransford (dalam Prince dan Felder, 2006) melakukan penelitian dibidang psikologi dan neurologi. Temuannya adalah: ”All new learning involves transfer of information based on previous learning”, artinya semua pembelajaran baru melibatkan transfer informasi berbasis pembelajaran sebelumnya.
Major (2006) menyatakan dalam pembelajaran dengan pendekatan deduktif dimulai dengan menyajikan generalisasi atau konsep. Dikembangkan melalui kekuatan argumen logika. Contoh urutan pembelajaran: (1) definisi disampaikan; dan (2) memberi contoh, dan beberapa tugas mirip contoh dikerjakan siswa dengan maksud untuk menguji pemahaman siswa tentang definisi yang disampaikan.
Alternatif pendekatan pembelajaran lainnya selain dengan pembelajaran pendekatan deduktif adalah dengan pendekatan induktif . Beberapa contoh pembelajaran dengan pendekatan induktif misalnya pembelajaran inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis kasus, dan pembelajaran penemuan. Pembelajaran dengan pendekatan induktif dimulai dengan melakukan pengamati terhadap hal-hal khusus dan menginterpretasikannya, menganalisis kasus, atau memberi masalah konstekstual, siswa dibimbing memahami konsep, aturan-aturan, dan prosedur-prosedur berdasar pengamatan siswa sendiri.
Major (2006) berpendapat bahwa pembelajaran dengan pendekatan induktif efektif untuk mengajarkan konsep atau generalisasi. Pembelajaran diawali dengan memberikan contoh-contoh atau kasus khusus menuju konsep atau generalisasi. Siswa melakukan sejumlah pengamatan yang kemudian membangun dalam suatu konsep atau geralisasi. Siswa tidak harus memiliki pengetahuan utama berupa abstraksi, tetapi sampai pada abstraksi tersebut setelah mengamati dan menganalisis apa yang diamati.
sumber: apaperbedaan.com
Dalam fase pendekatan induktif-deduktif ini siswa diminta memecahkan soal atau masalah. Kemp (1994: 90) menyatakan ada dua kategori yang dapat dipakai dalam membahas materi pembelajaran yaitu metode induktif dan deduktif. Pada prinsipnya matematika bersifat deduktif. Matematika sebagai “ilmu” hanya diterima pola pikir deduktif. Pola pikir deduktif secara sederhana dapat dikatakan pemikiran “yang berpangkal dari hal yang bersifat umum diterapkan atau diarahkan kepada hal yang bersifat khusus” Soedjadi (2000: 16). Dalam kegiatan memecahkan masalah siswa dapat terlibat berpikir dengan dengan menggunakan pola pikir induktif, pola pikir deduktif, atau keduanya digunakan secara bergantian.

4.      Pendekatan Konsep dan Proses
a.       Pendekatan Konsep
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep. (http://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/).
b.      Pendekatan Proses
Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984. Penggunaan pendekatan proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar. (http://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/).
sumber: slideplayer.info
Dalam pendekatan proses, ada dua hal mendasar yang harus selalu dipegang pada setiap proses yang berlangsung dalam pendidikan. Pertama, proses mengalami. Pendidikan harus sungguh menjadi suatu pengalaman pribadi bagi peserta didik. Dengan proses mengalami, maka pendidikan akan menjadi bagian integral dari diri peserta didik; bukan lagi potongan-potongan pengalaman yang disodorkan untuk diterima, yang sebenarnya bukan miliknya sendiri. Dengan demikian, pendidikan mengejawantah dalam diri peserta didik dalam setiap proses pendidikan yang dialaminya. 
(http://groups.yahoo.com/group/sd-islam/message/1907).

5.      Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat
National Science Teachers Association (NSTA) (1990: 1)memandang STM sebagai the teaching and learning of science in the context of human experience. STM dipandang sebagai proses pembelajaran yang senantiasa sesuai dengan konteks pengalaman manusia. Dalam pendekatan ini siswa diajak untuk meningkatakan kreativitas, sikap ilmiah, menggunakan konsep dan proses sains dalam kehidupan sehari-hari.Definisi lain tentang STM dikemukakan oleh PENN STATE (2006:1) bahwa STM merupakan an interdisciplinary approach which reflects the widespread realization that in order to meet the increasingdemands of a technical society, education must integrate acrossdisciplines. Dengan demikian, pembelajaran dengan pendekatan STM haruslah diselenggarakan dengan cara mengintegrasikan berbagai disiplin (ilmu) dalam rangka memahami berbagai hubungan yang terjadi di antara sains, teknologi dan masyarakat. Hal ini berarti bahwa pemahaman kita terhadap hubungan antara sistem politik, tradisi masyarakat dan bagaimana pengaruh sains dan teknologi terhadap hubungan-hubungan tersebut menjadi bagian yang penting dalampengembangan pembelajaran di era sekarang ini.
Pandangan tersebut senada dengan pendapat NC State University (2006: 1), bahwa STM merupakan an interdisciplinery field of study that seeks to explore a understand the many ways that scinence and technology shape culture, values, and institution, and how such factors shape science and technology. STM dengan demikian adalah sebuah pendekatan yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana sains dan teknologi masuk dan merubah proses-proses sosial di masyarakat, dan bagaimana situasi sosial mempengaruhi perkembangan sains dan teknologi.
sumber: nsf.gov
Hasil penelitian dari National Science Teacher Association (NSTA) (dalam Poedjiadi, 2000) menunjukan bahwa pembelajaran sains dengan menggunakan pendekatan STM mempunyai beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan cara biasa. Perbedaan tersebut ada pada aspek: kaitan dan aplikasi bahan pelajaran, kreativitas, sikap, proses, dan konsep pengetahuan. Melalui pendekatan STM ini guru dianggap sebagai fasilitator dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat. Sebenarnya dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STM ini tercakup juga adanya pemecahan masalah, tetapi masalah itu lebih ditekankan pada masalah yang ditemukan sehari–hari, yang dalam pemecahannya menggunakan langkah–langkah ilmiah. 
(http://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/).
 
 
Daftar Pustaka:
 Abdul Rahim Rashid. (1998). Ilmu Sejarah: Teori dan amalan dalam pengajaran A
dan pembelajaran Sejarah. Kertas kerja yang dibentangkan dalam Simposium Sejarah, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, 30–31 Oktober.
Anwar. (2004). Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education). Bandung: Penerbit
Alfabeta.
Ausubel, D. P. (1963). The psychology of meaningful verbal learning. New York: A
Grune & Stratton Inc.
Bybee, R. W. (1993). Leadership, responsibility and reform in science education. B
Science Educator, 2,1–9.
Depdiknas. (2002). Pengembangan Pelaksanaan Broad-Based Education, High-
Based Education, dan Life Skills di SMU. Jakarta: Depdiknas.
Firdaus M Yunus. (2004). Pendidikan Berbasis Realitas Sosial, Paulo freire-Y.B
Mangunwijaya. Yogyakarta: Logung Pustaka
(http://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/)
(http.//www.contextual.org.id)
(http://rochmad-unnes.blogspot.com/2008/01/penggunaan-pola-pikir-induktif-deduktif.html)
(http://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/
(http://groups.yahoo.com/group/sd-islam/message/1907).
(ilmiahhttp://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/).
IOWA State University. (2003). Incorporating Developmentally Appropriate
Learning Opportunities to Assess Impact of Life Skill Development.
Lifeskills4kids. (2000). Introduction & F.A.Q.
Ngalim Purwanto. 2002. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya
Lee, Kwuang-wu. 2000. English Teachers’ Barriers to the Use of Computer
assisted Language Learning. The Internet TESL Journal, Vol. VI, No. 12,
December 2000. http:/www..aitech.ac.jp/~iteslj/
(Frequently Asked Questions). kdavis@LifeSkills4Kids.com
Suhandoyo (1993). Upaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui
Interaksi Positif dengan Lingkungan. Yogyakarta: PPM IKIP Yogyakarta.
Supriyadi. (1999). Buku Pegangan Perkuliahan Teknologi Pengajaran Fisika.
Yogyakarta: Jurdik Fisika FMIPA UNY
Suyoso. (2001). Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakarta:
Trowbidge dan Byebee. (1986). Becoming a Secondary school science Teacher.
London: Merill Publishing Company.
Utah State Board of Education. (2001). Life Skills. www.caseylifeskills.org
Rusmansyah.(2000). Prospek Penerapan Pendekatan Sains-Teknologi-
Masyarakat (STM) dalam pembelajaran Kimia di Kalimantan Selatan. 

10:35 PM

Aplikasi TebaKaku Diluncurkan


Tepat pada hari ini, 14 Februari 2019, Kazoku Studio meluncurkan aplikasi permainan edukasi bernama TebaKaku. 


TebaKaku sendiri adalah game kuis untuk mengetahui kata baku atau tidak baku. Game ini bisa dimainkan karena fitur game sederhana, mendidik, dan menyenangkan! Diperuntukkan untuk mengingat kata baku dalam bahasa Indonesia. Game ini sangat cocok untuk Guru, Murid dan gratis untuk dimainkan.



Aplikasi ini juga update secara rutin untuk kenyamanan pengguna. Selain itu, game ini dapat dimainkan secara offline, jadi kamu tetap bisa memainkan game berkualitas bagus ini bahkan ketika kamu tidak memiliki sinyal. 


Sesuai namanya, TebaKaku merupakan singkatan dari Tebak Kata Baku, Permainan kuis untuk memperbanyak kosakata bahasa Indonesia sesuai EYD yang berlaku! 

FITUR TEKA TEKI SANTAI 
- Game Kuis Gratis Bagi Siapapun
- Update pertanyaan secara rutin 
- Dapat dimainkan secara offline 
- Game berkualitas tinggi berukuran ringan 
- Cocok untuk media pembelajaran bagi Guru atau Murid

So, mohon dukungan dan apresiasinya ya dengan cara mengunduh dan menyebarkan link aplikasi di bawah ini!

👇





Terima kasih. 😁



Berikut adalah tanggapan dari yang sudah download gamenya.

"Inspiratif. Waahhhh pokokna mah, selalu dianggo, diadopsi, dimodifikasi elmu-elmu to pa panji mah." - Neiya, Guru, Padalarang.

"Mantaaaaafh." - Fitra, Motivator, Tanggerang.

"Baguus banget pak gamenya. Simple tapi bermanfaat. Oh iya baru tau ternyata KOMPLET bukan KOMPLIT wkwkwk." Raca, Siswa, Sukabumi.

"Keren. Asik mainkannya." Asmawati, Penulis, Binjai.

"Ah, kereeen Ji." Eneng Siti Sondari, Diplomat, Oman.

Dan masih banyak lagi testimoni yang sudah memainkan.

So, jangan tunggu lama lagi. Yuk mainkan!

Berita serupa tayang di Guneman Online:
Klik Lebih Jelasnya




12 February 2019

10:03 PM

Bermain Kuis Interaktif dengan Quizizz


Mencermati fenomena kemajuan teknologi, terutama di bidang pendidikan, menjadi menarik di Era Industri 4.0. Kini, sudah banyak guru yang menggunakan aplikasi digital dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam kelas. Nah, salah satu contoh penggunaan teknologi dalam pembelajaran adalah penggunaan kuis interaktif berbasis aplikasi Quizizz


Quizizz merupakan sebuah web tool untuk membuat permainan kuis interaktif untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas anda misalnya saja untuk penilaian formatif. Penggunaannya sangat mudah, kuis interaktif  yang anda buat memiliki hingga 4 pilihan jawaban termasuk jawaban yang benar. Anda juga dapat menambahkan gambar ke latar belakang pertanyaan dan menyesuaikan pengaturan pertanyaan sesuai keinginan anda. Bila kuis anda sudah jadi, anda dapat membagikannya kepada siswa anda dengan menggunakan kode 5 digit yang dihasilkan.

Quizizz juga memberikan data dan statistik tentang kinerja siswa anda. Anda dapat melacak berapa banyak siswa yang menjawab pertanyaan yang anda buat, pertanyaan yang harus dijawab dan banyak lagi. Anda bahkan bisa mendownload statistik ini dalam bentuk spreadsheet Excel. Fitur "pekerjaan rumah" juga tambahan fitur yang menarik. Pekerjaan rumah memungkinkan anda menetapkan kuis sebagai pekerjaan rumah, dan membatasi waktu pengerjaan pekerjaan rumah tersebut hingga 2 minggu. Dengan Quizizz, siswa bisa bermain kapan saja dan dari mana saja.

Dan berikut ini tutorial bagaimana membuat kuis interaktif menggunakan Quizizz.

1. Masuk ke www.quizizz.com lalu Sign up

2. Gunakan akun Google Anda agar lebih mudah.

3. Pilihlah peran Anda; apakah sebagai guru, siswa, orang tua, atau lainnya.

4. Lengkapi data Anda!


5. Anda sampai pada halaman Quizizz. Pilihlah buat kuis.

6. Isikan info kuis Anda.

7. Lengkapi modul-modul, seperti pertanyaan, pilihan jawaban, dan jawaban yang benar.

8. "Question preview" akan menampilkan soal yang Anda buat. Tambahkan pertanyaan baru dan klik Save/Finished bila sudah selesai.

9. Tahap akhir, pilih Grade atau tingkatan, subjects atau mata pelajaran. Klik Finish and Create Quiz.

10. Tampilkan kuis Anda secara langsung atau untuk PR.

11. Setting kuis Anda, lalu klik Proceed.

12. Minta siswa anda untuk membuka join.quizizz.com atau unduh aplikasi quizizz di playstore pada ponsel siswa, dan bagikan code ke siswa Anda. Selain itu, Anda bisa membagikannya melalui Google Classroom.


Oke. Selamat mencoba dan berkreasi.


Jangan lupa tulis komentar di bawah ya jika Anda menyukai artikel ini.