Remunggai

"Memetik Hikmah dan Berbagi"

"SEPERTI BUAH YANG RANUM DARI POHONNYA: PETIKLAH DAN NIKMATILAH. POHON INSPIRASI TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGAJAK EMBUN-EMBUN BERTUMBUH MENGHARAP SECERCAH MATAHARI."

Breaking

Showing posts with label ruang bebas. Show all posts
Showing posts with label ruang bebas. Show all posts

24 May 2019

11:31 AM

Contoh Surat Permohonan Narasumber KPK




Sukabumi, 28 April 2018

Kepada
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Di
Tempat


Dengan hormat,

Dalam rangka pelaksanaan program pembangunan sektor pendidikan dan menumbuhkan tata kelola masyarakat berbudaya integritas, Tim Penyuluh Anti Korupsi Sukabumi bersama KPUD Kota Sukabumi akan menyelenggarakan seminar sehari paslon kepala daerah tolak korupsi.
Berhubungan dengan hal tersebut, kami bermaksud memohon kesediaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi narasumber utama dalam acara yang telah dijadwalkan KPUD Kota Sukabumi pada tanggal ............................... di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.
Untuk koordinasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia dengan M. Ali S., nomor ponsel .............., surel ................
Demikian surat permohonan narasumber ini kami sampaikan. Atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini, kami sampaikan terima kasih.


Ketua
Tim Penyuluh Anti Korupsi
Kota/Kabupaten Sukabumi




  
M. Ali S......


Unduh dalam word

23 May 2019

11:25 AM

Contoh Pakta Integritas Karya Ilmiah


(sumber: pemerintah.net)


PAKTA INTEGRITAS

JUDUL:
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

NAMA GURU
Sekolah

Menyatakan dengan sebenar-benarnya:
1.    Karya tulis ini merupakan karya asli sendiri yang dibuat berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
2.    Karya tulis ini telah memenuhi kaidah-kaidah penulisan, similarity dan sitasi serta mengutip dengan benar karya ilmiah lain yang telah dipublikasikan.
3.    Karya tulis ini memuat dan mencantumkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
4.    Penulis menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan keteladanan sebagai pendidik demi kemajuan kulaitas pendidikan nasional.

Tempat, tanggal – bulan -tahun
Penulis,


Nama, M. Pd
NIP. 1995 --- --- -- - --



Unduh dalam Word

16 May 2019

6:20 AM

Keluarga, Pewaris Rahim Ilmu

Judul Buku: Bulan Terpotong Enam
Penulis       : Asmawati
Penerbit      : MG Publisher
Cetak          : Januari 2018
Tebal           : 102 halaman
ISBN           : 9786025582073







KELUARGA, PEWARIS RAHIM ILMU
Resensi oleh Panji Pratama, S.S., M.Pd.

Suatu kali, saya mencoba mengingat-ingat perasaan saya pada hari pertama saya berdiri di depan kelas untuk mengajar. Sebagaimana anak didik saya yang juga baru masuk di kelas baru dan masih menyesuaikan diri, mungkin seperti itulah saya. Apa yang saya pikirkan saat itu adalah memastikan hari pertama masuk sekolah berjalan lancar; tanpa masalah, tidak ada interupsi, dan tiada penolakan dari para siswa. Maka, seluruh energi saya terpusat pada untaian kalimat yang dibuat sedemikian sempurna. Sehingga, hari pertama saya mengajar, diisi dengan kegiatan yang meminta murid-murid agar duduk manis dan mendengarkan pidato saya dengan baik.

Inilah, hal yang baru saya sadari sekarang. Pada saat itu, saya pikir saya terlalu fokus pada diri saya sendiri, bukan pada para konsumen kita, yaitu murid itu sendiri. Guru adalah seorang salesman dan murid adalah konsumen kita. Seorang salesman yang sukses tidak semata-mata diukur berdasarkan dari banyaknya produk yang dihafalnya. Sebaliknya, pekerjaannya tersebut justru sebuah hal yang menyangkut penciptaan hubungan. Pada akhirnya ‘minat’ sang salesman terhadap berbagai jenis orang, terbukti menjadi anak tangga utama dalam meraih kesuksesan. Karena memang para konsumen pun menjadi ber-‘minat’ untuk mengenal produk yang ditawarkan sang salesman.

Gambaran ini mirip apa yang disampaikan Alferd Alder melalui teori psikologi individu tentang prinsip tujuan semu. Terkadang apa yang kita lakukan di masa lalu itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah harapan kita sebagai individu yang ingin menggerakkan kekuatan-kekuatan tingkah laku manusia seutuhnya baik mengenai diri kita sendiri maupun individu lain di sekitar kita. Sebagai guru, saya pikir tujuan ini yang sangat diidam-idamkan. Dan hal itu, diamanatkan pula melalui cerita-cerita yang terhimpun di dalam buku ini.

Dalam cerpen pembuka berjudul “Tanah Peninggalan”, gagasan utama yang ingin disampaikan sang penulis adalah pentingnya pengetahuan dalam mengelola keluarga. Kisah sebuah keluarga beradat Jawa yang beranak-pinak dan menetap di Binjai, Sumatera Utara. Dengan mengambil sudut pandang tokoh dari generasi ketiga, sang tokoh utama yang kuliah satu-satunya dalam cerita ini berupaya memotret sekelumit kisah kompleks keluarga besarnya. Dimulai dari sang kakek yang keturunan Solo, kemudian bermigrasi ke Sumatera setelah menjadi tenaga kuli tani pada masa penjajahan. Sang kakek telah berhasil menjadi juragan tani di kampung barunya dan membangun imperiumnya sendiri. Menariknya, karakter kakek ini digambarkan sebagai seseorang yang senang main perempuan, sehingga beberapa kali kawin-cerai. Salah satu ekses dari “kebijakan” kawin-cerai ini adalah tidak terpenuhinya pendidikan anak-anak. Pada akhirnya, anak-anak mereka hanya bisa mengenyam pendidikan paling tinggi sampai SMP. Walhasil, setelah dewasa dan berumah tangga, anak-anak yang mewarisi tanah-tanah peninggalan sang kakek pada akhirnya berebut hak waris dengan tanpa ilmu. Si tokoh aku menoroti betapa keluarga yang asalnya baik-baik saja menjadi hancur karena permasalahan warisan.

Konsep cerita ini sebetulnya seringkali dibahas dalam tripusat pendidikan. Di mana keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan segitiga yang saling bertautan untuk mencapai generasi madani. Secara terminologi, kata keluarga dapat diambil kefahaman sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat atau suatu organisasi dimana anggota keluarga terkait dalam suatu ikatan khusus untuk hidup bersama dalam ikatan perkawinan dan bukan ikatan yang sifatnya statis dan membelenggu dengan saling menjaga keharmonisan hubungan satu dengan yang lain atau hubungan silaturrahim.

Keluarga merupakan suatu organisasi terkecil dalam masyarakat yang memiliki peranan sangat penting karena membentuk watak dan kepribadian anggotanya. Selanjutnya, masyarakat itu sendiri terdiri dari keluarga-keluarga. Keluarga-lah yang mengawali adanya gagasan untuk terus mewujudkan watak dan kepribadian yang baik dalam kehidupan bermasyarakat yang luas. Maka sekolah adalah salah satu institusi yang membentuk kepribadian dan watak kepada masyarakat. Sekolah tidak akan mampu berdiri bila tidak ada dukungan dari masyarakat. Karenanya, kedua sistem sosial ini harus saling mendukung dan melengkapi. Bila di sekolah dapat terbentuk perubahan sosial yang baik berdasarkan nilai atau kaidah yang berlaku, maka masyarakat pun akan mengalami perubahan yang baik tersebut.

Pengetahuan, tidak ada jalan lain untuk didapatkan, selain tentunya melalui pendidikan. Pendidikan sejatinya mampu membuka hati dan pikiran manusia untuk terbuka. Pesan-pesan seperti ini wajar dibawa sang penulis, Asmawati, dalam cerpen-cerpennya karena memang latar belakang penulis sendiri adalah seorang guru.

Gagasan mengenai kaitan keluarga dan pendidikan terlihat pula pada cerpen yang menjadi judul buku ini yaitu “Bulan Terpotong Enam”. Dikisahkan bahwa Ayi, seorang gadis cilik yang selalu menggambar bulan besar yang dipotong enam. Dalam cerita ini, kedua orang tua Ayi pada akhirnya harus bercerai karena keterlibatan Meriana sebagai “orang ketiga” dalam hubungan papa dan mama Ayi. Awalnya, mama Ayi merasa hidupnya hancur. Setelah perceraiannya, masalah semakin runyam ketika anak bungsunya menderita sebuah penyakit yang aneh setelah perceraian itu. Ayi diceritakan sulit berkomunikasi dan selalu menggambar bulan besar untuk kemudian dibelah-belah menjadi enam bagian. Hari demi hari dilalui oleh mama dan ketiga anaknya untuk bangkit dari permasalahan keluarga tersebut.

Kejadian-kejadian pahit yang menyertai keluarga itu justru semakin menguatkan mereka. Anak pertama mereka berhasil menjadi psikolog karena terpacu adik bungsunya. Begitupun anak kedua yang berhasil menjadi desainer interior. Puncaknya, Ayi yang menjelang gadis memenangkan kompetisi menggambar. Dalam pesannya yang terbata-bata, Ayi menceritakan makna Bulan Terpotong Enam, yaitu papa, mama, tante Meriana, Bagas, Utami, dan Ayi. Keenam tokoh itu seumpama puzle yang sepatutnya dapat dikumpulkan menjadi bulan yang utuh.

Dalam cerpen tersebut, Bunda Asmawati, seorang guru-penulis sekaligus pegiat literasi, berupaya mengajak pembaca untuk menyadari betapa pentingnya penerimaan hidup sekaligus bersikap move-onterhadap situasi sulit. Di sini pula, sang kreator kembali menegaskan bahwa keretakan rumah tangga itu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang anak. Banyak sekali guru yang mengeluh sulit menghadapi anak yang cenderung nakal. Padahal jika ditelusuri, kebanyakan kasus seperti itu diakibatkan broken home. Dengan demikian, sekali lagi penulis mengingatkan kita untuk mewariskan rahim ilmu dalam keluarga.

Pada akhirnya, membaca karya-karya Asmawati memunculkan perenungan-perenungan yang membuat saya sebagai seorang guru untuk bertanya balik: Sudahkah saya mewariskan pendidikan terbaik untuk anak saya sendiri dan sudahkah saya memberikan pelayanan terbaik pada anak didik saya seumpama menganggap mereka bagian dari keluarga saya sendiri? ***



(Sumber: https://www.guneman.com/2019/01/resensi.html)

12 May 2019

5:01 PM

Forum Taman Bacaan Masyarakat Sukabumi Menggelar Diskusi Bulanan




Sukabumi (Guneman) – Peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bukan hanya soal menggiatkan literasiLebih lanjut, TBM merupakan wadah kegiatan dalam meningkatkan kualitas karya masyarakatLebih lanjut, TBM diharapkan menjadi sumber penelitian efektif bagi permasalahan sosial kemasyarakatan, seperti budaya, bahasa, pendidikan, keterampilan, bahkan pertanian.

Pesan tersebut diungkapkan oleh salah satu Penasehat Forum Taman Bacaan Masyarakat SukabumiDedi Mulyadi, dalam sambutannya ketika membuka diskusi bulanan FTBM SukabumiMinggu (4/11). Diskusi bulanan ini diselenggarakan untuk ketiga kalinya di halaman Mesjid Agung Raya Kota Sukabumi. "Semoga silaturahmi antar pegiat taman bacaan masyarakat se-kota dan kabupaten Sukabumi ini dapat melahirkan program unggulan yang membuat TBM melahirkan solusi alternatif bagi permasalahan di masyarakat," kata Dedi.

Panitia mengundang sekitar 20 TBM dari seluruh pelosok Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk berpartisipasi dalam diskusi bulanan tersebut. Beberapa TBM yang hadir merupakan TBM-TBM yang sudah bertahun-tahun berjuang di masyarakat, seperti TBM Gentong Pasir Sukaraja, TBM Fastabikhul Khairot Cikembar, TBM Ma’murina Lebur Situ, dan TBM Bambu Biru CicantayanSelain TBM resmi, diskusi tersebut juga mengundang beberapa komunitas pegiat literasi seperti Komunitas Pustaka Inspirasiku Nagrak, Lover Library Community Universitas Muhammadiyah Sukabumi, dan Komunitas Vespa Pustaka Karang Tengah Cibadak.

"Kami baru beberapa bulan ini dapat berkumpul dalam sebuah forum. Sebelumnya gerakan taman bacaan memang bersifat parsial dan individual," ujar Roni FardiansyahKetua Forum Taman Bacaan Masyarakat Sukabumi menjelaskan. Selain menginisiasi kegiatan diskusiRoni pun membawa hasil karya relawan TBM yang dikelolanya yakni berupa makanan ringan sejenis sukro.

Ibu Nurhayani, seorang peserta kegiatan dari TBM Fastabikhul Khairat, mengungkapkan bahwa ikhwal perjuangannya mendirikan TBM adalah karena kecintaannya terhadap literasi dan anak-anakSetelah hampir lima tahun, kegiatan taman baca yang dikelolanya kini lebih bervariasi. "Dari mulai baca buku biasa sampai membantu anak-anak mengerjakan PR dan mengajarkan mereka keterampilan prakarya," tutur Nurhayani.


Perhatian Pemerintah

Penasehat FTBM SukabumiDedi Mulyadi, dan Pustakawan Perpustakaan Daerah Kab. SukabumiNani Nafisahmenerima donasi buku karya salah satu penulis yang hadir dalam kegiatan FTBM kemarin.

Dalam sambutannyaNani mengungkapkan bahwa FTBM harus bersinergi dengan pemerintah. "Dinas Pendidikan itu orang tua dari TBM. Mereka memiliki bagian PKBM sebagai jejaring pendidikan informal di masyarakat," kata Nani.

Hal tersebut diamini oleh Dedi Mulyadi. Menurutnya, ada tiga faktor keberhasilan TBM. Pertama adalah kegigihan para relawan TBM sendiri. Kedua adalah dukungan dari pemerintah. Ketiga adalah dukungan pihak swasta melalui program CSR mereka.

"Para relawan TBM mempunyai kegigihan. Mereka menyertakan hati mereka dalam membangun geliat literasi di masyarakat. Nah, pemerintah adalah pelindung bagi program tersebut," Jelas Dedi.

Di kemudian hari, ketiga faktor tersebut diharapkan bersinergi. Oleh karena itu, Dedi berharap misi-misi FTBM pun dapat selaras dengan program yang sudah ada di Dinas Pendidikan. (Panji Pratama)



Artikel ini pernah tayang di: https://www.guneman.com/2019/01/tbm.html)

11 May 2019

2:25 PM

To-El

Opini oleh:
Panji Pratama, S.S., M.Pd.
(Jurnalis, Guru SMAN 1 Nagrak) 



Saya hampir ikut-ikutan marah ketika hendak masuk Tol Purbaleunyi. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah kesemrawutan di pintu masuk tol. Semrawut saat masuk tol sebetulnya bukan masalah yang baru. Yang membuat viral adalah penggunaan e-toll untuk membayar transaksi masuk jalan tol.

Nah, yang bikin saya marah itu istilah e-toll-nya. Kenapa kata toll harus di belakang e? Nyambung atau tidak nyambungnya keresahan saya, ya pokoknya dipicu istilah e-toll-nya, bukan misi yang dibawa kartunya itu. Maklum, saya sering ketakutan kalau-kalau orang-orang menyebut istilah asing tersebut dengan sengaja salah.

Memang sih di beberapa ruang publik, istilah tersebut diperkenalkan dengan terjemahan Transaksi Non Tunai. Namun, tahu sendiri lah orang kita. Segala sesuatu itu harus serba ekonomis. Pun kosa kata. Dulu, kita dihebohkan dengan istilah gegara dan tetiba yang dibentuk untuk menghemat kata tiba-tiba dan gara-gara. Karena keviralan itu pula, reramai eh maksud saya ramai-ramai, para bahasawan menggubrisnya.

Alangkah asiknya jika istilah e-toll ini pun dikomentari. Andai saja, kita sandingkan dengan kata ¬e-mail yang sudah ada padanan istilah bahasa Indonesianya: surat elektronik. Maka, e-toll pun sebetulnya bisa saja dipadankan menjadi tol elektronik. 

Masalahnya, kecenderungan pemakai bahasa Indonesia -seperti sudah saya ungkapkan sebelumnya- seringkali mengakronimkan sesuatu hingga dianggap lema yang mandiri, seperti halnya rudal yang lebih dianggap kata yang mandiri, padahal akronim dari peluru kendali. Nah, ditakutkan di masa depan, karena pertimbangan ekonomis ini, padanan kata tol elektronik dipersingkat menjadi to-el.

Jika sudah begitu, tentulah banyak keresahan lain yang akan terjadi. Saya membayangkan, jika e-toll bermutasi menjadi to-el. Nanti, setiap orang yang mau masuk tol mencari-cari dulu sesuatu yang bisa di to-el. Jika sudah demikian, jangankan sebutan istilah e-toll yang sengaja dibuat salah, istilah to-el pun bisa jadi menjadi perilaku menyimpang.

Memang di negeri ini, segala sesuatu selalu dibuat serba salah. Itulah yang bikin saya resah.


*) Tulisan ini pernah dimuat di Surat Kabar Pikiran Rakyat, 12 November 2017

30 April 2019

10:45 AM

Soal Persiapan PAT 2018-2019 Bahasa Indonesia SMA Kelas X: Teks Eksposisi



KOMPETENSI DASAR 
3.3 Mengidentifikasi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi yang didengar dan atau dibaca
3.4 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi

INDIKATOR 
1. Disajikan kalimat, siswa dapat menentukan struktur yang terdapat dalam kalimat pertanyaan
2. Disajikan kutipan teks eksposisi, siswa dapat menentukan ciri-ciri teks eksposisi dengan tepat
3. Disajikan paragraf eksposisi, siswa dapat menentukan ide pokok yang tidak tepat

SOAL
1. Berikut ini yang merupakan pernyataan umum atau tesis dalam sebuah teks eksposisi adalah kalimat…
A. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting.
B. Masalah kesejahteraan guru menjadi salah satu masalah pendidikan Indonesia.
C. Jika dibandingkan dengan negara lain, pendidikan di Indonesia bisa dikatakan sangat tertinggal
D. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan pendidikan yang seadanya
E. Mutu pendidikan harus semakin ditingkatkan oleh pemerintah.

2. Ciri dari sebuah teks eksposisi adalah sifatnya yang ilmiah. Cara mengetahuinya hal tersebut adalah...
A. Menjelaskan masalah yang umum
B. Bersifat alami
C. Adanya istilah-istilah ilmiah
D. Adanya data-data berupa angka
E. Dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan

3. Perhatikan teks eksposisi berikut!
Tahukah Anda ternyata yoghurt sangat bagus untuk kesehatan kulit? Yoghurt bisa dimanfaatkan untuk masker kulit. Caranya sangat mudah. Anda hanya tinggal menyediakan beberapa sendok yoghurt kemudian oleskan pada kulit. Lakukan secara rutin seminggu dua kali. Kulit akan menjadi sehat dan halus.

Ciri teks eksposisi yang ada dalam teks tersebut adalah… kecuali…
A. memaparkan sesuatu
B. runtut
C. mengajak pembaca
D. logis dan sesuai nalar
E. ilmiah dan bisa dibuktikan


JAWABAN
1. A
2. E
3. C


Baca juga:
10:37 AM

Soal Persiapan PAT 2018-2019 Bahasa Indonesia SMA Kelas X: Teks Laporan Hasil Observasi


KOMPETENSI DASAR 
3.1 Mengidentifikasi laporan hasil observasi yang dipresentasikan dengan lisan dan tulis
3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi

INDIKATOR 
1. Disajikan sebuah kalimat, siswa dapat menentukan kaidah yang ada dalam teks laporan hasil observasi
2. Disajikan paragraf rumpang, siswa dapat menentukan kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapinya
3. Disajikan paragraf, siswa dapat menentukan bagian struktur teks yang ada dalam paragraf tersebut

SOAL
1. Kalimat dalam teks laporan observasi hendaknya disusun secara ….
A. Sedikit kata padat makna
B. Banyak kata sedikit makna
C. Bergantung penyusun laporan
D. Sedikit kata sedikit makna
E. Banyak kata banyak makna

2. Bacalah teks berikut dengan saksama!
Pemandangan Pantai Cibangban, Sukabumi, sangat memesona. Di sebelah kiri terlihat tebing yang sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang besar. Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Cibangban ini membuat pantai tidak pernah sepi. …. Kita bisa pergi ke area karang laut dengan menggunakan kuda.

Kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapi paragraf rumpang tersebut adalah ....
A. Di Pantai Cibangban terhampar pasir putih yang luas.
B. Pantai Cibangban merupakan tempat wisata yang jangan terlewatkan.
C. Cibangban menjadi tempat yang tepat untuk berlibur.
D. Wisatawan merasa puas dengan keindahan pantainya.
E. Sudah seharusnya kita menjaga keindahan pantai dan lingkungannya.

3.Perhatikan paragraf berikut!
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau. Setiap pulau di Indonesia memiliki beragam suku bangsa dan juga bahasa. Begitu juga dengan budaya yang dimilikinya. Ada banyak budaya dan tradisi dari setiap daerah dan pulau yang merupakan warisan berharga yang wajib untuk dijaga dan dilestarikan.

Paragraf tersebut termasuk ke dalam bentuk ... dari struktur teks laporan observasi.
A. Pernyataan Umum
B. Deskripsi
C. Induktif
D. Deduktif
E. Pernyataan Khusus

JAWABAN
1. A
2. B
3. A


Baca Juga:

28 April 2019

7:48 AM

Soal Persiapan PAT 2018-2019 Bahasa Indonesia SMA Kelas XI: Teks Drama


KOMPETENSI DASAR 
3.18. Mengidentifikasi alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama yang dibaca atau ditonton
3.19. Menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton

INDIKATOR 
1. Diberikan sebuah teks drama, siswa dapat menentukan unsur intrinsik dengan tepat
2. Diberikan sebuah teks drama, siswa dapat menentukan inti konflik
3. Diberikan sebuah pertanyaan, siswa dapat menentukan dialog dengan tepat

SOAL
1. Perhatikan cuplikan drama berikut!
Orang tua : Kautak tahu dari mana aku? Berapa lamanya tidak bertemu? Engkau ingat?
Lelaki : Delapan tahun, Bu.
Orang tua : Ya, syukur kaumasih ingat kepada ibumu. Nah, tempat tinggalku jauh dari sini, tidak di bumi, tidak di mana orang hidup biasa. Aku datang dari tempat Tuhan, anakku, tempat keramat.
Lelaki : Duh, Ibu! Maafkan, maafkan daku! (menengadah memandang orang tua itu dengan mata berlinang-linang)
Orang tua : Ya, kautak tahu bahwa aku sudah tak ada di dunia ini. Oleh karena itu, aku datang untuk mengatakan hal ini kepadamu. Engkau anak tunggalku. Tak ada orang lain yang lebih kusayangi daripadamu.
(Sumber: Tumbang karya Trisno Sumardjo)

Unsur intrinsik yang terlihat pada penggalan drama di atas adalah ....
A. tema
B. latar
C. alur
D. penokohan
E. sudut pandang

2. Bacalah cuplikan drama berikut!

NYOMAN : Gusti Biang memang orang yang paling baik dan berbudi tinggi. Tidak seperti orang-orang lain, Gusti. Gusti telah menyekolahkan tiyang sampai kelas dua SMP, dan Gusti sudah banyak mengeluarkan biaya. Coba tengok bayangan Gusti di muka cermin, seperti tiga puluh tahun saja... Mau minum obatnya sekarang, Gusti?
GUSTI BIANG : Tidak!
NYOMAN : Tiyang cicipi, ya? Cobalah, Gusti Biang... Mmm, segar.
GUSTI BIANG : Sepatah pun aku tak ingin bicara lagi denganmu.
NYOMAN : Pil ini musti ditelan satu per satu. Pakai pisang ambon atau pisang susu, atau air. Pilih mana yang Gusti suka. Tidak pahit rasanya, Gusti. Dan dalam tempo sepermpat jam, Gusti akan merasa segar. Sesudah itu, minum puyer ini untuk menghilangkan pusing-pusing Gusti.
GUSTI BIANG : Tidak!
NYOMAN : Obat-obat ini dikirimkan dokter, Gusti. Harus dihabiskan.
GUSTI BIANG : Tidak, tidak! Aku tahu semuanya itu. Kalau aku menelan semua obat-obatmu itu, aku akan tertidur seumur hidupku dan tidak akan bangun-bangun lagi. Lalu goodbye.
(“Bila Malam Bertambah Malam” karya Putu Wijaya)

Konflik yang muncul pada cuplikan drama di atas adalah ...."
A. keengganan Gusti Biang untuk menceritakan masalahnya kepada Nyoman
B. ketidakpatuhan Nyoman terhadap perintah Gusti Biang
C. ketakutan Nyoman bahwa obat yang diberikan dokter mematikan
D. kesabaran Gusti Biang dalam menghadapi kekerasan hati Gusti Biang
E. kecurigaan Gusti Biang bahwa Nyoman akan meracuninya

3. Dialog drama yang mencerminkan sifat pesimistis adalah ...
A. Ibu  : Sudah, Nak. Jangan dengarkan apa kata orang.
Iwan : Tapi, Bu. Iwan malu, Iwan ingin bersekolah lagi.
Ibu : Doakan ibu ya semoga bulan ini ibu bisa mencuci kembali di rumah Bu Tia.
B. Patra : Ah, lupakan saja. Orang itu hanya membawa masalah saja.
Susi : Tapi aku yakin, dia pasti mau berubah. Kita bantu dia. Aku percaya dia bisa.
Patra : Terserah kamu saja lah.
C. Ayah : Rasanya tidak mungkin kamu bisa lanjut kuliah, Nak.
Ira : Iya, Yah, Ira juga tidak yakin. Lebih baik Ira di rumah saja, bantu Ibu.
Ayah : Iya, kamu jangan bermimpi terlalu tinggi. Percuma.
D. Rani : Aku bersyukur, Kak, nilaiku selalu tertinggi.
Adi : Kakak percaya peringkat kamu akan naik semester ini.
Rani : Doakan Rani terus, Kak.
E. Dera : Put, aku bingung bagaimana caranya bercerita pada Bulan.
Putri : Bulan tidak seperti yang kamu kira. Dia sangat bijak. Kamu terus terang saja.
Dera : Baiklah, Put. Kamu temani aku ya.

JAWABAN
1. D
2. E
3. C


Lihat juga:
7:40 AM

Soal Persiapan PAT 2018-2019 Bahasa Indonesia SMA Kelas XI: Teks Resensi


KOMPETENSI DASAR 
3.16. Membandingkan isi berbagai resensi untuk menemukan sistematika sebuah resensi
3.17. Menganalisis kebahasaan resensi setidaknya dua karya yang berbeda

INDIKATOR 
1. Diberikan sebuah teks resensi, siswa dapat menentukan bagian resensi dan komponennya dengan tepat
2. Diberikan sebuah teks cerpen, siswa dapat menentukan kelebihan dengan tepat
3. Diberikan sebuah teks resensi, siswa dapat menentukan kekurangan dengan tepat

SOAL
1. Perhatikan penggalan resensi buku berikut ini!

Judul                     :  Air Mata Nayla
Penulis                  :  Muhammad Ardiansha El-Zhemary
Penerbit                :  Najah (Diva Press)
Tahun Terbit         :  Oktober, 2012
Jumlah Halaman   :  320 halaman

Pembaca akan mendapatkan tiga hikmah dalam novel karya Muhammad Ardiansha El-Zhemary ini. Pertama, semua ujian, apa pun itu, pasti ada hikmahnya. Kedua, rencana Allah itu sangat indah dibanding rencana manusia. Terakhir, jodoh telah ditentukan oleh Allah. Tanpa memaksa pun, kalau memang lelaki/wanita itu adalah jodoh kita, maka dia akan menikah dengan kita. Begitu sebaliknya, jika memang bukan jodoh, maka kita dengan memaksa segala cara pun tidak akan ada jalan untuk bertemu.
Namun sayang, saya menemukan kesalahan, salah satunya di halaman 225, yang seharusnya menggunakan kata pengganti bernama “Mbak Nayla” menjadi “Mbak Nadia”. Novel setebal 320 halaman ini sarat dengan ilmu. Banyak ilmu agama berpadu dengan kisah di dalamnya. Juga terdapat syair-syair indah dari penyair terkenal Rumi dan Kahlil Gibran. Karenanya, buku ini sangat layak Anda koleksi.
(Sumber: www.kompas.com, dengan perubahan)

Bagian yang tidak terdapat pada resensi buku di atas adalah ....
A. deskripsi isi buku

B. keunggulan buku
C. kekurangan buku
D. identitas buku
E. penilaian isi buku

2. Perhatikan resensi buku berikut ini!
Dalam menaklukkan kekuatan-kekuatan lokal di Maluku, pada awal abad ke-17, VOC mengambil alih tradisi hongi dan memodernkannya dengan kapal-kapal VOC yang dipersenjatai dengan alat yang lebih baik. Satu armada hongi terdiri atas 46 kora-kora ditambah dengan puluhan kapal VOC, yang keseluruhannya bisa lebih dari 100 kapal. Armada sebesar itu tujuannya satu, yaitu menebar teror dan menunjukkan kekuatan VOC kepada semua pihak di Maluku, khususnya Ternate dan Tidore.
Muridan dengan jernih menunjukkan bahwa taktik pertarungan Nuku dengan VOC adalah pertarungan laksana laksamana perang dengan bala hongi. VOC dengan armada hongi dan senjata modern, sementara Nuku dengan bala tentara lokal dengan semangat juang tinggi.
Buku Muridan ini menunjukkan bahwa arsip-arsip kolonial pada era klasik begitu penting untuk dikaji guna melihat dasar hubungan antarkomunitas di Nusantara yang kini menjelma menjadi Indonesia. Selain itu, juga berguna untuk memahami jejaring regional dari geopolitik Nusantara masa kini.
(Sumber: Harian Kompas, Minggu, 27 Oktober 2013, dengan perubahan)

Kelebihan buku di atas adalah ....
A. Pengarang menunjukkan fakta-fakta yang selama ini tidak diketahui
B. Pengarang menunjukkan arsip-arsip yang penting dikaji saat ini
C. Pengarang menceritakan pertarungan Nuku dan VOC secara jelas
D. Pengarang menjelaskan kronologi peristiwa dengan jernih
E. Pengarang memiliki pengetahuan sejarah yang luas

3. Kalimat paling tepat untuk mengemukakan kekurangan buku dalam resensi adalah ....
A. Buku ini terlalu tendensius dalam mengungkapkan buruknya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Maka dari itu, buku ini dikhawatirkan menjadi sarana provokasi
B. Di antara semua kekurangan buku ini, yang paling parah adalah tidak adanya penomoran halaman sehingga pembaca sangat sulit mencari bagian-bagian pokok buku ini.
C. Buku ini tidak layak dibeli karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral. Apalagi, jika buku ini dibeli dan dikonsumsi oleh anak-anak remaja yang masih labil.
D. Pengarang buku ini tidak lihai dalam meramu tulisannya sehingga membuat pembaca begitu bosan. Dengan demikian, buku ini sangat tidak saya rekomendasikan.
E. Buku ini memaparkan dengan jelas latar belakang terjadi peristiswa tersebut. Hanya saja, pengarang banyak menggunakan istilah-istilah yang kurang dimengerti oleh orang awam sehingga pembaca harus senantiasa mengecek istilah tersebut di kamus.

JAWABAN
1. A
2. C
3. E


Lihat juga: